SMPN 5 Tigo Lurah di Lubuk Tareh Butuh Sentuhan

SMPN 5 Tigo Lurah di Lubuk Tareh Butuh Sentuhan
Kondisi jaan menuju Lubuk Tareh kec. Tigo Lurah Kab. Solok
Lubuk Tareh, SuhaNews – SMPN 5 Tigo Lurah termasuk SMP termasuk sekolah paling sulit dijangkau dari pusat  pemerintahan Kabupaten Solok. Sekolah yang berada di Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah ini tidak bisa dijangkau dengan kendaraan bermotor dari pusat kecamatan di Batu Bajanjang.

“Kita harus melewati tiga daerah terlebih dahulu,” jelas Ketua MKPS SMP Fitnedi.

Lubuk Tareh, jelasnya merupakan pemukiman baru di Garabak Data. Untuk bisa sampai di sini, jika dari pusat pemerintahan Kabupaten Solok maka melewati Kota Solok, selanjutnya kembali ke wilayah Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto, Sijunjung, dan terus di Dharmasraya.

“Dari wilayah Dharmasraya inilah jalan terdekat menuju SMPN 5 Tigo Lurah,” ujar Kasla, Sekretaris MKPS (Musyawarah Kerja Pengawas Sekolah).

Senin (3/2) kemarin, papar Fitnedi dan Kasla, bersama tujuh pengawas SMP lainnya yakni Dahwirzal DZ, Syafrizal, Yapar, Habibullah, Eka Kristina, Mimi Rosyita, Syafrizal (B. Ing) berkunjung ke SMPN 5 Tigo Lurah. Rombongan berangkat pukul 06.10 dan baru sampai di lokasi pukul 12.00.

“Dibutuhkan waktu sekitar enam jam dari Kota Solok,” jelas Habibullah.

Berangkat dengan dua mobil mini bus (Rush). Rombongan dihadang jalan tanah berlumpur begitu memasuki perbatasan Dharmasraya-Kabupaten Solok, yakni dari Simpang Silago, Kecamatan IX Koto. Laju mobil terhenti sekitar 3 km menjelang lokasi sekolah.

Perjalanan menuju Lubuk Tareh penuh perjuangan dan kenangan.

Rombongan nyaris tidak sampai ke sekolah karena jalan berlumpur, sementara kendaraan yang dibawa tidak bisa melaju karena slip di jalan berlumpur ini. Akhirnya semua anggpta rombongan masuk dalam satu mobil agar muatan lebih berat dan tidak slip lagi, mobil satu lagi dititip di rumah penduduk.

“Setelah naik turun kendaraan, akhirnya kami sampai di lokasi setelah enam jam perjalanan,” jelas Kasla, yang memang menyukai touring ini.

BACA JUGA  Alahan Panjang-Sariak Alahan Tigo, Menyusuri Jalan Masa Lalu

Sebagai daerah terisolir dan jauh dari pusat pemerintahan, SMPN 5 Tigo Lurah juga harus berjuang untuk mendapatkan guru negeri.

“Satu-satunya PNS di sekolah ini hanya Kepala Sekolah,” jelas Fitnedi.

Saat ini jumlah siswa keseluruhan sebanyak 25 orang. Terdiri atas siswa Keleas VII sebanyak 6 orang, VIII sebanyak delapan orang dan kelas IX sebanyak 11 orang. Sementara sebanyaj 10 orang guru semuanya  GTT (guru tidak tetap) atau honorer. Mereka pada umumnya berasal dari  Dhamasraya.

Para siswa tersebut tinggal jauh dari lokasi sekolah, sementara transportasi tidak ada, kecuali berjalan kaki pergi dan pulang sekolah. Saarana dan prasana pun belum memadai seperti pustaka, labor dan ruang lainnya belum tersedia.

“Sekolah ini membutuhkan bantuan untuk tetap bertahan,” jelas para pengawas SMP ini. Wewe    

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaLiquid OKTANGREEN Solusi bagi Kendaraan Anda
Artikel berikutnyaCara Penanganan dan 4 Obat Saraf Terjepit