Solusi Air Bersih Dari Limbah Kakao Ala Mahasiswa Universitas Pertamina

Solusi Air Bersih Dari Limbah Kakao Ala Mahasiswa Universitas Pertamina
A. A. Gd. Bagus Mahendra (kanan) Melakukan Praktikum di Laboratorium Kimia Terintegrasi Universitas Pertamina, 2021.
SuhaNews – Memasuki musim penghujan 2021, beberapa wilayah di Indonesia kembali dihadapkan pada dua masalah besar, yakni banjir dan krisis air bersih. Pengelolaan air yang tak bijak, disinyalir menjadi salah satu penyebab kedua masalah tersebut.

Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) memprediksi ketersediaan air per kapita di Indonesia pada tahun 2035 mendatang hanya berjumlah 181.498 meter kubik per kapita per tahun. Angka ini berkurang jauh dari ketersediaan pada tahun 2010 yang mencapai 265.420 meter kubik per kapita per tahun. Di daerah pesisir Jakarta misalnya, air bersih adalah barang mewah yang hanya dapat diakses oleh kalangan tertentu. Sebagian besar air tanah di wilayah ini sudah terintrusi oleh air laut, sehingga tak layak konsumsi sebagai air bersih.

Adalah A. A. Gd. Bagus Mahendra, mahasiswa Universitas Pertamina yang peduli pada isu ketersediaan air bersih. “Dengan bimbingan dosen di Program Studi Kimia, saya dan tim mencoba memanfaatkan limbah kulit coklat atau kakao untuk mengurangi kandungan garam pada air laut dan air payau dengan metode desalinasi. Sehingga, air yang telah didesalinasi ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkap Bagus dalam wawancara daring, Rabu (22/12).

Selain berpotensi mengamankan jumlah cadangan air bersih, inovasi ini juga diharapkan dapat membantu masyarakat lebih bijak dalam menggunakan air tanah. “Air tanah yang dikuras secara terus menerus untuk air bersih, apalagi secara ilegal, akan berdampak pada menurunnya permukaan tanah. Juga meningkatkan risiko tenggelamnya wilayah tersebut,” ujar Bagus.

Pemanfaatan limbah kulit coklat ini, lanjut Bagus, juga dapat menjadi bagian dari kampanye zero-waste lifestyle dalam mendukung pencapaian ​Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya poin 12, yakni responsible consumption and production​.

BACA JUGA  Usia 5 Tahun, Universitas Pertamina Luncurkan Platform Litbang

Inovasi Bagus dan rekan satu timnya, Rafkita Shelly dan Oktaviani Wulandari, pernah diikutsertakan di ajang Mechanical Engineering Research Day yang diselenggarakan oleh FKM Universiti Teknikal Melaka, Malaysia, berkolaborasi dengan Center for Advanced Research on Energy dan Graduate School of Engineering Nagoya University Japan, pada 2020 lalu. Tim membawa pulang penghargaan Best Poster Award.

Bagus juga berkesempatan menginspirasi para mahasiswa Universitas Pertamina dengan memaparkan inovasinya di acara UP Annual Student Conference, yang dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 11 Desember 2021 lalu. Tak kurang dari 160 mahasiswa mempresentasikan karyanya di ajang tahunan tersebut. Para mahasiswa merupakan inovator, entrepreneur, dan peraih penghargaan di berbagai bidang kejuaraan.

Dalam hal riset, meskipun di usia yang baru menginjak tahun ke-5, Universitas Pertamina telah menduduki posisi ke-71 sebagai perguruan tinggi dengan produktivitas publikasi riset terbaik di level nasional versi Website Science and Technology Index (SINTA) milik Kemendikbud Ristek. Berkat prestasinya tersebut, Universitas Pertamina berhasil meraih penghargaan Top 100 Affiliation by Overall SINTA Score dari Kemendikbud Ristek.

Saat ini, kampus besutan PT Pertamina (Persero) tersebut sedang membuka pendaftaran Seleksi Nilai Rapor untuk Tahun Akademik 2022/2023. Pendaftaran telah dibuka sejak tanggal 18 Oktober hingga 31 Desember 2021 mendatang. Seleksi ini merupakan seleksi tanpa tes, yang dapat diikuti oleh siswa SMA/sederajat lulusan tahun 2021 dan 2022. Pendaftar di Seleksi Nilai Rapor juga berkesempatan memperoleh Beasiswa Heroik. Informasi lengkap terkait program studi serta syarat dan ketentuan pendaftaran dapat diakses di laman https://universitaspertamina.ac.id/pendaftaran

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaThailand Cukur Vietnam 2-0 pada Leg Pertama Semifinal Piala AFF
Artikel berikutnyaKUA Pangkalan Koto Baru Wakili 50 Kota ke Tingkat Sumbar