Bukittinggi, SuhaNews – Melaksanakan ibadah haji di usia muda tidak hanya memberikan manfaat spiritual yang mendalam, tetapi juga dapat memperkaya pengalaman hidup secara fisik dan mental.
Untuk mewujudkan impian bisa melaksanakan ibadah haji di usia muda tersebut Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi melahirkan sebuah inovasi mendorong pelajar menabung sejak dini untuk biaya haji. Program ini juga dikenal dengan sebutan Satu Rekening Satu Pelajar Cepat Raih Haji Muda yang disingkat “Kejar Ceriamu”. Program ini terus disosialisasikan dikalangan pelajar.
Jum”at (18/7) Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi melalui Kasubbag Tata Usaha, Hj. Tri Andriani Djusair bersama Pemko dan BPR Syariah Jam Gadang melakukan sosialisasi program Kejar Ceriamu kepada wali murid kelas 4,5 dan 6 MIN Bukittinggi bertempat di halaman madrasah setempat.
Kegiatan ini bertepatan dengan dengan sosialisasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAS) dan penyampaian kurikulum dan tata tertib madrasah kepada wali murid yang hadir serta tenaga pendidik dan kependidikan MIN Kota Bukittinggi.
Hj. Tri Andriani Djusair menyampaikan Program Kejar Ceriamu ini bertujuan mendorong pelajar untuk mulai menabung sejak dini demi mewujudkan cita-cita berhaji di usia muda. “Kejar Ceriamu”, akronim dari “Satu Rekening Satu Pelajar Cepat Raih Haji Muda”, menjadi solusi atas lamanya masa tunggu ibadah haji di Indonesia.
Melalui program ini, para pelajar diajak menabung secara konsisten agar dapat mendaftar haji lebih awal dan memiliki peluang berhaji pada usia yang masih produktif.
Menunaikan ibadah haji adalah panggilan dari Allah SWT. Panggilan ini bukan untuk ditunggu, melainkan untuk dijemput. Salah satu bentuk menjemput panggilan Allah tersebut adalah dengan berusaha dan mempersiapkan diri, salah satunya melalui menabung dengan niat yang tulus untuk menunaikan ibadah haji. Disiplinkan diri untuk menabung, meski sedikit, asal rutin. Karena istiqamah lebih berharga daripada sesekali besar namun terhenti.
Selanjutnya Kasubbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi ini menceritakan kisah yang sangat menyentuh dan penuh inspirasi.
Di tengah kerasnya kehidupan, seorang ibu pemulung menjadi teladan luar biasa tentang arti tekad, kesabaran, dan keyakinan kepada Allah SWT. Setiap hari, beliau memungut barang bekas di jalanan dengan penghasilan yang sangat terbatas — hanya sekitar 10 hingga 20 ribu rupiah per hari. Namun di balik penghasilan yang pas-pasan itu, tersimpan niat besar dan mulia menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.
Dengan penuh kesungguhan, beliau menyisihkan sebagian kecil dari pendapatannya, antara 3 sampai 5 ribu rupiah setiap hari. Tidak peduli seberapa berat hari itu dilalui, beliau tetap istiqamah menabung sedikit demi sedikit, hari demi hari. Selama 15 tahun beliau menjalani ikhtiar itu tanpa lelah dan tanpa mengeluh. Hingga akhirnya, Alhamdulillah, Allah membalas ketekunannya. Ia mendapatkan porsi haji,” paparnya menyampaikan kisah Inspiratif yang nyata. (Syafrial )
Baca Juga : Jamaah Haji Bukittinggi Apresiasi Pelayananan Kemenag dan Petugas



Facebook Comments