Tanah Datar Mulai PTM Terbatas dengan Sejumlah Persyaratan

tanah
Tanah Datar, SuhaNews – Tanah Datar akan memulai pembelajaran tatap muka terbatas, Senin, 16 Agustus 2021. Keputusan ini diambil melalui rapat evaluasi mengenai perkembangan Covid-19 dan persiapan pembelajaran tatap muka bersama Wakil Bupati.

“Keputusan ini diambil berdasarkan rapat evaluasi yang dilaksanakan secara virtual pada Selasa, 10 Agustus 2021,” ujar Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Riswandi, M.Pd., Kamis 12 Agustus 2021.

Baca juga: Bupati Rusma Yul Anwar Gelar Pertemuan dengan Jajaran Disdikbud Pesisir Selatan

Rapat evaluasi itu, jelas Riswandi, dipimpin Wakil Bupati Tanah Datar Richi Aprian. Forum rapat sepakat untuk mempedomani Instruksi Menteri Dalam Negeri No 32 tahun 2021 tanggal 9 Agustus 2021diktum kesembilan serta mengacu pada SKB 4 Menteri tentang pembelajaran di masa pandemi.

Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Terbatas di TK/PAUD, PKBM/SKB/LKP, SD/MI, SMP/MTs, da SMA/MA/SMK dapat dilaksanakan kembali mulai Senin, 16 Agustus 2021,” ujar Riswandi.

Peserta didik, jelas Riswandi, dapat mengikuti pembelajaran secara bergantian, 50 % dari jumlah siswa, serta atas persetujuan orang tua dan atau komite sekolah.

Di samping itu, Sekolah memastikan telah mengisi daftar periksa di DAPODIK atau EMIS bagi sekolah atau madrasah.tersedia tempat cuci tangan dengan air mengalir, pakai sabun, lingkungan sudah disemprot desinfektan, meja siswa jaraknya 1.5 M, memiliki thermogun pengukur suhu, satgas covid sekolah sudah dalam kondisi siap bertugas.

“Guru dan pegawai dipastikan sudah mengikuti vaksinasi l dan/atau vaksinasi 2. Lalu sekolah memastikan guru dan pegawai serta siswa memakai masker, khusus guru disarankan pakai Face Shield,” papar Riswandi.

Sekolah memastikan siswa membawa makanan dan minuman dari rumah karena kantin sekolah ditutup dan tidak ada yang berjualan di depan sekolah/madrasah.

BACA JUGA  Sahur Bersama Warga, Bupati Agam Minta Anak Putus Sekolah Kembali ke Bangku Pendidikan

“Guru, pegawai atau siswa yang kurang sehat istirahat di rumah dan jika situasi zona resiko covid belum stabil, atau masuk zona merah pembelajaran kembali dilakukan dengan sistem  BDR (belajar dari rumah),” jelas Riswandi. (Andra Datuak)

Baca juga: PTM Dimulai, Dinas Dikbud Tanah Datar Keluarkan Surat Edaran

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaCovid-19 Kabupaten Solok: 17 Warga Sembuh, 24 Terkonfirmasi
Artikel berikutnyaSambut Tahun Hijriah, MAN 1 Solok Plus Keterampilan Undang Ustad Dzikri Romel