Tangani Stunting, Kepala BKKBN Pusat Kunker Ke Sijunjung

kepala
Sijunjung, SUhaNews – Kepala BKKBN pusat, dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) akan mengunjungi Kabupaten Sijunjung dalam rangka gebyar temu kader percepatan penanganan stunting.

Kunjungan kerja kepala BKKBN ke Sijunjung direncanakan selama tiga hari, mulai dari  tanggal 29-31 Mei mendatang. Selain temu kader, Kepala BKKBN juga diagendakan beberapa kegiatan lainnya di Kabupaten Sijunjung.

Baca juga: Gubernur Sumbar Kukuhkan Tim Percepatan Penurunan Stunting

“Sijunjung menjadi daerah pilihan untuk penerapan program penanganan stunting dari pemerintah pusat,” ujar Plt.Kadis Pengendalian Penduduk dan KB, Kardi Ray didampingi Plt.Kadis Kominfo Sijunjung, David Rinaldo. 

Kedatangan Kepala BKKBN ke Sijunjung, Kardi Ray, untuk menerapkan program dan mengedukasi kader dalam percepatan penanganan stunting di Sumbar, khususnya di Kabupaten Sijunjung.

Persoalan stunting saat ini menjadi isu nasional, terutama dampak pandemi Covid-19 yang menyebabkan angka stunting meningkat secara nasional.

“Persoalan stunting ini menjadi perhatian secara nasional, baik tingkat provinsi maupun kabupaten. Karena secara nasional angka stunting ini mengalami kenaikan, terutama dampak dari pandemi covid-19 kemarin,” ujar Kardi Ray. 

Kabupaten Sijunjung menjadi daerah pertama yang dikunjungi pemerintah pusat dalam penerapan program penanganan stunting, yang akan menjadi referensi bagi daerah lain.

“Kita di Sijunjung mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, sehingga program penanganan stunting dari pusat nantinya bisa diterapkan dengan baik di Sijunjung,” ujar Kardi Ray.

Kita berharap, tambah Kardi Ray, setelah kunjungan ini, Kabupaten Sijunjung bisa menjadi daerah percontohan percepatan penanganan stunting.

Selain itu, dengan adanya komunikasi yang baik antara Pemkab Sijunjung dengan kementrian, pada tahun ini Sijunjung mendapat alokasi anggaran dari APBN sebesar Rp3,7 miliar di dinas Dalduk KB, termasuk untuk penanganan stunting.

BACA JUGA  Sanggar SMMD Binaan Disparbud Kota Pariaman Boyong 3 Piala

“Program penganan stunting kita terus berjalan, karena memang ini termasuk program prioritas yang harus dituntaskan dan tertera di RPJMD. Termasuk bantuan DAK dari pusat tadi kita fokuskan kesini,” paparnya.

Penanganan stunting melibatkan banyak pihak serta membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat. “Stunting dilatarbelakangi oleh beberapa faktor diantaranya, pola asuh, pola makan dan sanitasi. Tiga aspek ini memiliki cakupan yang luas dan banyak pihak yang berperan disana,” sebut Kardi Ray.

Sedangkan dari segi sosial, stunting juga dipengaruhi sejumlah faktor lainnya termasuk ekonomi, kesehatan, lingkungan, pangan dan sumber daya manusia (SDM). (Rls)

Baca juga: Wakil Bupati Agam Tandatangani Komitmen Tangani Kasus Stunting

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakMenahan Sakit Berbulan-bulan, Pengorbanan Ibrahimovic untuk AC Milan
Artikulli tjetërTergabung di Kloter 8, JCH Padang Panjang Berangkat 2 Juli