Tiga Gadis Remaja Aniaya Temannya karena Persoalan Cemburu Buta

tiga
SuhaNews – Akibat cemburu, tiga gadis di bawah umur menganiaya temannya sendiri secara sadis. Ketiganya sudah diamankan oleh pihak kepolisian.  

Penganiayaan itu terjadi di Hotel Rindang Stay, Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin, pada Minggu (24/2), pukul 00.15 Wita. Video penganiayaan sadis itu sempat viral di media sosial.

ARD, gadis di bawah umur di Kalimantan Selatan  mengalami penganiayaan oleh 3 remaja wanita inisial AN (14), F (16), dan RM (15). Ketiga tersangka wanita itu secara sadis menganiaya sesamanya karena cemburu.

Dilansir dari detik.com, Kabid Humas Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) Kombes Mochamad Rifai menjelaskan duduk persoalan penganiayaan tersebut lantaran cemburu. Rifai menyebut saat kejadian itu, korban dan seorang tersangka pria inisial R tengah berduaan dalam kamar lalu dihampiri oleh ketiga wanita.

“Itu kan ada tersangka pria ya. Nah, yang pria itu ada di kamar korban. Akhirnya tiga pelaku lainnya mendatangi kamar korban dan melakukan penganiayaan itu. Mungkin semacam cemburu,” jelas Rifai kepada detikcom, Jumat (29/1/2021).

Rifa menyebut baik korban maupun ketiga pelaku penganiayaan sadis itu sama-sama masih remaja atau di bawah umur. Kejadian penganiayaan itu sempat direkam oleh salah satu wanita.

Di video terpampang jelas pelaku menendang kepala, menampar bagian muka si wanita berbaju hitam dan membenturkan kepala belakang korban ke tembok. Korban tak melawan dan terus-menerus menangis

“Benar (kejadian seperti di video), dan sudah kami ungkap,” ujar Rifai.

Lebih lanjut, Rifai menjelaskan peran keempat tersangka terkait penganiayaan tersebut. AN, RM, dan F yang disebut melakukan penganiayaan mulai dari memukul hingga menendang korban.

“Pada saat kejadian, pelaku AN duduk di ranjang dan menendang korban,” ucap Rifai.

BACA JUGA  Swiss Open 2021: PBSI Kirim 17 Wakil Tanpa Hendra/Ahsan dan Kevin/Marcus

Rifai kemudian menuturkan pelaku RM menggunakan ponsel pelaku R untuk merekam adegan penganiayaan sadis yang dilakukan dia dan AN.

“Saudari RM melakukan perekaman video kejadian dengan cara meletakkan handphone milik pacarnya, yaitu Saudara R. Kemudian setelah itu Saudari RM ikut menendang dan memukul korban,” tutur Rifai.

Rifai menuturkan setelah ponsel R berhenti merekam aksi penganiayaan yang dilakukan AN dan RM terhadap korban, pelaku F ikut memukuli korban lebih lanjut.

“Setelah video dimatikan, Saudari F juga melakukan penganiayaan terhadap korban,” ucap Rifai.

Keempat tersangka pun saat ini masih menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian. Salah satu tersangka, RM sempat buka suara terkait penganiayaan itu.

RM meminta maaf atas perbuatannya menganiaya sadis teman sebayanya, ARD. RM mengaku menyesal dan khilaf.

“Ulun (saya) menyesal, karena khilaf,” ujarnya sambil menangis di Polresta Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Jumat siang (29/1/2021).

RM bersama tiga pelaku lainnya ditangkap jajaran Resmob Polda Kalsel dan Subdit Cyber Ditreskrimsus Polda Kalsel, beserta Satreskrim Polresta Banjarmasin pada Kamis (28/1) malam. Pertama, polisi menangkap AN (14) di kawasan Banjarmasin Selatan sekitar pukul 16.00 Wita, kemudian menangkap pelaku FT (16) di Banjarmasin Barat sekitar pukul 17.30 Wita.

Selanjutnya, polisi bergerak menangkap RM di rumah keluarganya, kawasan Tamban, Kabupaten Barito Kuala.

“Motifnya sendiri dipicu dendam, karena korban sering memakai pakaian ketiga pelaku tanpa izin. Tak hanya itu korban pun sering chatting atau mengirim pesan singkat dengan teman lelaki ketiganya. Sebenarnya mereka dengan korban adalah teman,” jelas Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Kompol Alfian Tri Permadi.

“Yang merekam video tersebut adalah RM, namun tidak di-posting di medsos. RM sendiri sempat mengirimkan video kepada temannya, yang berujung viral,” sambung Alfian.

BACA JUGA  Polsek Sutera Pessel Ringkus 2 Pelaku Jambret Masih Dibawah Umur

Atas perbuatannya tersebut ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 80 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dan pengeroyokan. Ancaman hukuman sendiri 5 tahun penjara.

“Namun karena pelaku dan korban masih di bawah umur, maka penyidik wajib melakukan diversi terlebih dahulu,” tutup Alfian. (*)

Baca juga:

Facebook Comments

loading...