Tim Penegakkan Perda AKB Razia, Masih Banyak Warga Tanah Datar Langgar Protokol Kesehatan.

23
perda
Tim AKB tertibkan pengendara kendaraan roda dua
Batusangkar, SuhaNews – Tim Opsnal Terpadu Penegakan Perda Provinsi Sumbar Nomor 6/2020 Tanah Datar tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB)  menggelar razia, Rabu (14/10/2020) di Pasar Tradisional Sungai Tarab.

“Setidaknya 50 orang diberikan sanksi,” ujar Elfiardi,  Kasi Penindakan Satpol PP Tanah Datar.

Tim gabungan yang terdiri atas Satpol PP, TNI dan Polri, CPM serta Dishub itu memberikan sanksi kepada 50 orang yang dinyatakan melanggar Perda atau tidak menerapkan protokol kesehatan saat beraktifitas di tempat keramaian.

“Kita masih menjumpai masyarakat yang tidak memakai masker ketika berada di pasar. Kebanyakan pelanggar Perda AKB adalah pengendara sepeda motor,. Selain itu,  banyak juga warga yang memakai masker asal-asalan,” ujar Elfiardi, Kasi Penindakan Satpol PP Tanah Datar.

Elfiardi menjelaskan,  saat menggelar razia di Pasar Sungai Tarab yang dimulai sejak pukul 08.00 hingga pukul 12.00 itu, banyak pengendara  yang melarikan diri dengan sepeda motor saat dihentikan petugas.

Pada umumnya, jelas Elfiardi, pelanggar Perda yang dilakukan yakni tidak menggunakan masker. Semuanya diberikan sanksi berupa pendataan dan kerja sosial di lokasi razia berlangsung.

“Petugas memberikan satu buah masker kepada pelanggar sebelum menandatangani surat pernyataan menjalakan sanksi,” tambah ujar Elfiardi, Kasi Penindakan Satpol PP Tanah Datar.

Untuk mencegah penyebaran Covid-19, jelas Elfiardi, maka  perlu adanya edukasi melalui pamflet dan pelantang suara kepada masyarakat, terutama pengunjung pasar tradisional.

“Sejak diberlakukannya Perda ini di Tanah Datar, telah diberikan sanksi sosial kepada 90 orang pelanggar,” jelas Elfiardi.

Jumlah ini, papar Elfiardi, didapatkan dari tiga kali menggelar operasi di tiga lokasi berbeda, yakni Pasar Rambatan,  Pasar Simabur,  dan Pasar Sungai Tarab.

“Dalam operasi penegakan Perbup no 48 Tahun 2020 pada 6 Oktober di Lapangan Cindua Mato juga teraring 40 orang pelanggar,” jelas Elfiardi.

Masih banyak warga, yang belum paham dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19. Diharapkan masyarakat tidak mengganggap sepele protokol kesehatan ini.

Reporter: Dajim       Editoe: Wewe

Baca juga:

Facebook Comments

loading...