Tinggal Kabupaten Sijunjung yang Masih Zona Hijau Covid-19 di Sumbar

SuhaNews – Setelah Kota Sawahlunto jebol dan tidak lagi masuk zona hijau penyebaran covid-19, Kabupaten Sijunjung tinggal sendirian. Hanya Nagari Lansek Manih ini yang tidak memiliki warganya yang terpapar covid-19 di Sumatra Barat. 

Sawahlunto bisa mengetahui ada warganya yang terpapar covid-19 setelah dilakukan tes Swab massal terhadap 1000 orang warganya. Diketahui ada dua orang yang terpapar covid-19.

“Dua warga tersebut langsung tracking dan dikarantinakan,” ujar Walikota Sawahlunto Deri Asta, sebagaimana dilansir dari Spiritsumbar.com.

Kondisi di Sumatera Barat ini, membuat Rektor III Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Dr. H. Rohidin, SAg. MAg, sangat prihatin dengan sebaran covdi-19 ini di Sumbar.

“Dari 19 kabupaten/kota di Sumbar, 18 masuk zona merah. Hanya Kabupaten Sijunjung yang masih zona hijau,” ujar Rohidin.

Jika orang luar daerah hendak masuk ke Kab.Sijunjung, ujarnya Rohidin, harusnya mengikuti standar protokoler kesehatan covid-19, baik dari WHO maupun Kemenkes.

“Paling tidak ada tiga hal yang harus dilakukan oleh petugas GTPP Covid 19 Kab.Sijunjung,” ujarnya memberi saran.

Pertama, pastikan bahwa orang tersebut sehat, dibuktikan surat sehat dari Dinkes yang bersangkutan. Sekalipun sudah dinyatakan sehat.

Kedua, tetap harus discan untuk memastikan bahwa dia benar-benar sehat, minimal suhu badannya, tidak terindikasi rawan terhadap virus.

Ketiga, wajib memakai masker dan cuci tangan dengan sabun, serta anjuran protokoler kesehatan covid-19 lainnya.

Sementara Kadis Kominfo Kab .Sijunjung Rizal Effendi, SE selaku Juru Bicara GTPP Covid 19 Kab. Sijunjung menghimbau masyarakat untuk lebih disiplin lagi dalam mengikuti protokol kesehatan covid-19.

“Semua harus jujur dengan diri sendiri dalam pelaksanaan penanganan covid 19,” ujar Rizal Effendi.

Hal yang sama dituturkan Kadis Dukcapil Kab. Sijunjung Febrizal Ansori, SH, MSi, masyarakat harus disiplin, baik itu secara mandiri ataupun proteksi komulatif, agar bisa terhindari dari paparan covid-19.

BACA JUGA  Covid-19 Kian Mengganas, 104 Warga Agam Terpapar, 6 Meninggal

“Himbauan pemerintah harus dipatuhi. Dengan segala daya upaya harus dipertahankan zona hijau ini dengan kesadaran yang tinggi. Jangan sampai ada yang terpapar virus ini,” ungkapnya.

Masyarakat, Febrizal Ansori, masih belum disiplin dan menyadari bahaya pandemic covid-19. masih terjadi kerumuman, tanpa memperhatikan phisical distancing maupun sosial distancing, terutama pada hari pasar. Pengunjung masih berdesak-dsakan.

“Untuk mempertahankan zona hijau, setiap hari pasar harus ada petugas, yang mengontrol,” tambah Juru Bicara GTPP Covid-19 Sijunjung, Rizal Effendi,

Diharapkan tukang parkir dan seluruh petugas pasar memakai masker, begitu juga dengan pengunjung pasar diharapkan mematuhi himbauan pemerintah.

Sumber: Spiritsumbar.com    Editor: Wewe

Baca Juga:

 

Facebook Comments

Google News