Payakumbuh, SuhaNews | Wakil Wali Kota Elzadaswarman melepas rombongan arak-arakan Pawai Khatam Al-Qur’an Balai Gadang, Kelurahan Balai Tongah Koto, Kecamatan Payakumbuh Utara, Rabu (26/8/2026) pagi.
Pawai yang diikuti 40 anak, terdiri atas 10 putra dan 30 putri, tersebut menjadi momentum kebersamaan masyarakat sekaligus bentuk apresiasi terhadap anak-anak yang telah menyelesaikan salah satu tahapan pembelajaran Al-Qur’an.
Baca juga: Bawa Ular di Depan Bupati, Damkar Kabupaten Solok Unjuk Kebolehan di Pawai HUT ke 81 RI
Pelepasan turut dihadiri Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Kepala Bagian Kesra Setdako Payakumbuh Efrizal, Lurah Balai Tongah Koto Unrizal, serta tokoh masyarakat, niniak mamak dan Bundo Kanduang.
Rombongan mengikuti arak-arakan menuju Masjid Gadang Balai Gadang dengan didampingi niniak mamak, Bundo Kanduang, orang tua, serta anak-anak yang masih mengikuti pembelajaran Al-Qur’an di masjid tersebut.
Elzadaswarman mengapresiasi kembali digelarnya Pawai Khatam Al-Qur’an sebagai bagian dari tradisi keagamaan sekaligus bentuk penghargaan kepada anak-anak yang telah menyelesaikan proses belajar Al-Qur’an.
“Ini merupakan kebanggaan kita bersama. Anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan Al-Qur’an patut kita berikan apresiasi. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya untuk rajin belajar Al-Qur’an,” ujar Elzadaswarman.
Keberhasilan pembinaan keagamaan generasi muda, jelas Elzadaswarman, tidak hanya bergantung pada pemerintah dan keluarga, tetapi membutuhkan dukungan seluruh unsur masyarakat.
Ia mengapresiasi peran niniak mamak, Bundo Kanduang, orang tua, dan guru mengaji yang terus memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan anak-anak.
“Yang kita harapkan bukan hanya anak-anak bisa membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, kita dapat membentuk generasi Payakumbuh yang berakhlak, berkarakter, dan memiliki landasan agama yang kuat,” katanya.
Elzadaswarman berharap tradisi khatam dan pawai Al-Qur’an terus dipelihara sebagai bagian dari pembinaan karakter sekaligus sarana mempererat hubungan antara generasi muda dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Panitia Pelaksana Pawai Khatam Al-Qur’an, Firman Salasa Dt. Tuan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Balai Gadang karena pawai serupa terakhir kali dilaksanakan sekitar tujuh tahun lalu.

“Alhamdulillah, pada tahun ini, pawai Khatam Al-Qur’an, kembali dapat dilaksanakann,” ujar Firman Salasa Dt. Tuan.
Firman Salasa Dt. Tuan mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk rasa syukur dan apresiasi kepada anak-anak sekaligus momentum mempererat silaturahmi antara anak-anak, orang tua, guru mengaji, niniak mamak, Bundo Kanduang, dan masyarakat.
“Khatam Al-Qur’an tidak boleh menjadi akhir dari proses belajar. Anak-anak diharapkan terus mempelajari, memahami, dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” harap Firman Salasa Dt. Tuan. (*)
Baca juga: Kecamatan Enam Lingkung Gelar Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Iqra’



Facebook Comments