Unand Terima Mahasiswa dari Jalur Penghafal Al Quran

unand
SuhaNews– Universitas Andalas (Unand) Padang membuka penerimaan mahasiswa baru dari jalur penghafal Al Quran pada tahun ini lewat seleksi mandiri.

“Untuk penghafal Al Quran minimal memiliki hafalan 20 juz yang dibuktikan dengan sertifikat dari sekolah,” kata Wakil Rektor I Unand Prof Mansyurdin selaku Ketua Panitia penerimaan mahasiswa baru di Padang, Kamis.

Menurut dia kendati sudah ada sertifikat dari sekolah, pihak kampus akan tetap akan melakukan tes hafalan kepada calon mahasiswa yang masuk lewat jalur ini.

“Karena saat ini tengah pandemi tes hafalan dilakukan secara daring, kami sudah punya tim yang akan menguji hafalan,” ujarnya.

Ia menyampaikan untuk jurusan calon mahasiswa bebas memilih namun jika ada banyak memilih satu jurusan tertentu akan dilakukan penyaringan.

“Selama ini kebanyakan penghafal Al Quran banyak yang memilih Prodi Kedokteran, sebaiknya jangan menumpuk karena tidak semuanya akan diterima di sana dan akan lebih baik prodinya menyebar,” ujarnya.

Ia menyebutkan pada penerimaan 2020 terdapat sekitar 200 mahasiswa yang diterima melalui seleksi mandiri lewat kemampuan akademik dan prestasi.

“Mereka adalah para atlet, juara hingga penghafal Al Quran,” ujarnya.

Calon mahasiswa yang diterima lewat jalur prestasi ini sebelumnya namanya tidak masuk pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi.

“Misalnya kuota untuk SNMPTN di sekolah ada 15, sementara namanya tidak masuk maka bisa menggunakan seleksi mandiri lewat jalur prestasi ini,” ujarnya.

Pada 2021 Unand menerima 6.465 mahasiswa baru pada 2021 lewat tiga jalur yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMTN) dan seleksi mandiri.

“Untuk jalur SNMPTN kuotanya sebanyak 1.941 orang atau 30 persen, SBMPTN 2.586 orang atau 40 persen dan seleksi mandiri 1.938 orang atau 30 persen.

BACA JUGA  Gubernur dan Kapolda Tinjau Pemeriksaan Sampel PDP di Labor Biomedik Unand,

Menurut dia untuk jalur SNMPTN berdasarkan nilai rapor di SMA/MA/SMK dan prestasi lain yang relevan dengan bidang studi yang dipilih.

“Syaratnya adalah siswa SMA sederajat yang memiliki prestasi unggul memiliki NISN dan terdaftar di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa,” ujarnya.

Setiap siswa dapat memilih dua program studi dari satu PTN dan salah satunya harus di PTN pada provinsi yang sama dengan domisili.

“Pendaftaran SNMPTN dimulai 15-24 Februari 2021 dan hasilnya diumumkan pada 22 Maret 2021,” kata dia.

Sementara untuk jalur SBMPTN harus telah mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer yang pendaftarannya dimulai pada 15 Maret-1 April 2021 diawali dengan registrasi akun di Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi.

Materi UTBK meliputi tes potensi skolastik, tes kompetensi akademik dan dilaksanakan dalam dua gelombang.

“Gelombang pertama 12-18 April 2021 dan gelombang kedua 26 April-2 Mei 2021 dan pengumuman hasil pada 14 Juni 2021,” kata dia.

Peserta UTBK dipungut biaya Rp200 ribu untuk kelompok saintek dan sosial humaniora dan Rp300 ribu untuk kelompok campuran.

Ia memaparkan persyaratan mengikuti UTBK yaitu merupakan lulusan SMA sederajat 2019, 2020 dan 2021 dan dapat memilih dua program studi.

Terakhir untuk seleksi mandiri digelar melalui empat jalur yaitu kemampuan akademik, prestasi unggul, kebutuhan khusus dan kerja sama.

Untuk prestasi unggul mulai dari pernah menjuarai lomba tingkat nasional atau internasional atau juara provinsi tiga kali berturut-turut.

Sumber: sumbarantaranews.com

Baca juga:

Facebook Comments

loading...