Usai Keraton Agung Sejagat Ditangkap Munculah Kerajaan Baru “Sunda Empire” di Bandung

Usai Keraton Agung Sejagat Ditangkap Munculah Kerajaan Baru “Sunda Empire” di Bandung
Setelah heboh dengan berita Keraton Agung Sejagat, kini muncul lagi  kerajaan baru “Sunda Empire” yang membuat warga Bandung geger,

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bandung, Ferdi Ligaswara, mengatakan pihaknya belum menelusuri keberadaan Sunda Empire ini. Ferdi pun belum tahu apakah Sunda Empire berbenturan dengan aturan atau tidak. “Jangan membuat kegaduhan atau hal-hal yang berbenturan dengan aturan,” ujar Ferdi, Jumat (17/1/2020).

Keberadaan Sunda Empire dilihat di media sosial Youtube. Mereka kerap mengunggah aktivitasnya dengan akun “Sunda Empire”. Salah satunya adalah video yang memperlihatkan anggota Sunda Empire yang diduga di halaman kampus UPI Bandung. Para anggota Sunda Empire itu tampak mengenakan seragam dan topi baret.

“Asal mereka datang ke Bandung, mendaftarkan diri pada sistem imperium dunia, namanya Kekaisaran Sunda, Kekaisaran Matahari,” ujar salah seorang orator dalam acara tersebut.

Dalam video tersebut, mereka percaya masa pemerintahan dunia saat ini akan berakhir pada 15 Agustus 2020. Sunda Empire disebut lahir untuk menyambut Indonesia yang lebih makmur dan sejahtera. “Kejayaan itu dikendalikan di Bandung sebagai Mercusuar,” itulah penjelasan soal Sunda Empire di akun Facebook Renny Khairani Miller yang juga viral di WhatsApp group.

Kepala Seksi Hubungan Eksternal Kelembagaan UPI, Yana Setiawan, membenarkan Sunda Empire pernah mengadakan kegiatan di kampusnya pada 2017. Namun, ia memastikan, tidak ada civitas akademia yang terlibat dalam kelompok tersebut.

Yana mengatakan, panitia penyelenggara kegiatan juga meminta izin untuk menggunakan Balai Pertemuan UPI untuk kegiatan reuni dan halalbihalal. Namun, saat itu, mereka mengatasnamakan ‘Panitia Pembangunan Kota Bandung’ dan bukan ‘Sunda Empire’.

Ketika itu, kelompok tersebut tidak menyebutkan jumlah kursi peserta yang datang, namun mereka menyewa 500 kursi. Selain pada tahun 2017 silam, kegiatan Sunda Empire lainnya yang dilakukan di UPI tanpa izin mencuat tahun 2018.

BACA JUGA  Pemerintah Atur Tahapan Pembukaan Asrama Sekolah dan Madrasah

Kabid Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Pemkot Bandung, Sony, mengatakan kelompok Sunda Empire sudah mencuat pada 2018 lalu dan sudah ditangani oleh Kodim 06/18. Namun, ia mengaku akan tetap memantau dan menelusuri isu munculnya kembali kelompok tersebut.

Pasiter Kodim 06/18 BS, Mayor Faisal Efendi, mengaku pernah menegur keberadaan kelompok tersebut. Meski tidak bisa dipastikan apakah kelompok tersebut masih ada atau tidak, namun Faisal memastikan siapa pun yang berniat membuat negara dalam negara tidak sesuai dengan ketentuan UU.

Sementara, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Saptono Erlangga, menyebut, institusinya telah menerima laporan terkait keberadaan Sunda Empire. Saat ini, pihaknya masih menyelidiki motif Sunda Empire didirikan. Namun, institusinya belum dapat mengambil kesimpulan adanya tindakan pidana dalam perkumpulan tersebut. “Belum sampai ke situ (tindak pidana). Kita dalami dulu mereka ini siapa,” ujar Erlangga.

Sedangkan, Kemendagri meminta agar kepolisian segera memeriksa kemunculan kerajaan-kerajaan abal-abal di Indonesia, mulai dari Keraton Agung Sejagad hingga Sunda Empire. Menurut Plt Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bachtiar, kerajaan-kerajaan itu merupakan buatan orang yang terganggu secara mental.

“Gini, kalau saya harus cek betul jangan-jangan orang-orang kurang sehat, orang kurang waras kok, jangan orang kurang waras Anda respons habis-habisan,” ujar Bachtiar, Jumat (17/1/2020).

Saat ini Kemendagri telah berkoordinasi dengan Kesbangpol tempat kerajaan-kerajaan baru itu muncul. Bachtiar menyebutkan, kerajaan tersebut diduga melakukan kegiatan yang melanggar hukum.

Ia menegaskan, seluruh masyarakat diperkenankan untuk membentuk organisasi kemasyarakatan dengan catatan sesuai dengan hukum yang berlaku. Bachtiar menduga kerajaan baru yang bermunculan itu terindikasi penipuan.

sumber : IndekNews.

Baca Juga :

Kerajaan Fiktif; Terkait dengan Frustrasi Ekonomi

Facebook Comments

loading...