Utus 8 Delegasi, PCNU Solok Satu Komando dengan PWNU Sumbar di Muktamar

SuhaNews — Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Solok mengutus delapan orang delegasi untuk mengikuti Muktamar NU ke-35 di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Jawa Timur tanggal 27-31 Agustus 2026.

Delapan delegasi tersebut yakni Rais Syuriah Tengku Yulidurrahman, Katib Syuriah Ustadz Azesta Dwi Putra, Ketua Tanfidziah Muhammad Zaki, Sekretaris Beni Asri, Bendahara Jerzi Pafiliusco.

Kemudian, Admin Digdaya PCNU Kabupaten Solok Muslim, Ketua NU Care-LAZISNU Kabupaten Solok H Almaturidi serta Ketua LPBH NU Kabupaten Solok, Ervan Dt Rajo Alam MH.

Ketua PCNU Kabupaten Solok, Muhammad Zaki, mengatakan Muktamar NU ke-35 merupakan agenda yang sangat penting bagi perjalanan NU dan umat Islam, khususnya dalam menentukan arah jam’iyah menghadapi tantangan bangsa dan dunia ke depan.

“Bagi kami, Muktamar ini bukan sekadar agenda lima tahunan, tetapi momentum penting untuk menentukan arah NU ke depan. NU memiliki peran besar dalam menjaga Islam yang moderat, persatuan bangsa, pendidikan, dakwah dan pemberdayaan ekonomi umat,” ujar Zaki.

Zaki berharap, hasil Muktamar semakin memperkuat NU hingga ke daerah-daerah. Ia secara khusus berharap NU Kabupaten Solok mendapat perhatian dan ruang yang lebih besar dalam penguatan organisasi, kaderisasi serta program pemberdayaan masyarakat.
“NU kita harapkan jangan hanya kuat di pusat dan Pulau Jawa. Kami ingin NU juga semakin kuat di daerah, termasuk Kabupaten Solok. Kami siap bersinergi dan memberikan kontribusi untuk membesarkan NU,” tegasnya.

Terkait arah dukungan PCNU Kabupaten Solok dalam pemilihan AHWA maupun calon Ketua Umum PBNU, Zaki menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada PWNU Sumatera Barat.

“Kami di PCNU Kabupaten Solok satu komando dengan PWNU Sumatera Barat. Untuk arah dukungan AHWA maupun calon Ketua Umum PBNU, kami serahkan sepenuhnya kepada keputusan dan arahan PWNU Sumbar. Apa yang jadi keputusan PWNU Sumbar, itulah yang akan kami ikuti dan perjuangkan bersama,” tegas Zaki.

BACA JUGA  MTQN ke-41 Kabupaten Agam Resmi Ditutup, Tilatang Kamang Juara Umum

Menurutnya, yang paling penting adalah menjaga soliditas dan persatuan keluarga besar NU.

“Siapapun yang nantinya mendapat amanah, mari kita kembali bersatu dan bersama-sama membesarkan NU. Yang kita perjuangkan adalah kemajuan jam’iyah dan kemaslahatan umat,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:

Facebook Comments

Google News