Wildy, Mahasiswa Asal Pasaman Kembangkan Kertas dari Kulit Jagung

wildy
SuhaNews. Wildy Brimando, mahasiswa jurusan Teknologi Industri Fakultas Pertanian Universitas Jambi yang berasal dari kabupaten Pasaman tengah mengembangkan kertas dari kulit dan tongkol jagung.

wildy

“Ide ini muncul setelah saya melihat banyak dijumpai setelah pasca panen, petani membuang dan bahkan membakarnya. jika tidak ditangani limbah kulit dan tongkol jagung semakin lama akan mencemari lingkungan dan juga merusak lahan pertanian,” katanya dalam wawancara dengan Beritaminang, Minggu (4/10)

Serta di situasi sekarang mahasiswa Teknologi Industri Pertanian, Universitas Jambi tidak diperbolehkan magang di pabrik dan harus melaksanakan magang di daerah masing – masing, sehingga mencari referensi dan melihat peluang ini.

Ia kemudian memeras otak, kemudian, Wildy menemukan bahwa sebenarnya kulit jagung masih memiliki serat selulosa yang tinggi sehingga sangat baik digunakan sebagai bahan pembuat kertas.

“Kertas dari limbah kulit jagung memiliki warna dan tekstur yang unik serta serat dari kulit jagung masih terlihat. Jenis kertas dari kulit jagung adalah kertas seni,” katanya bersemangat.

Wildy juga menyebutkan bahwa usaha pengolahan kertas dengan memanfaatkan kulit jagung merupakan salah satu usaha yang kreatif, inovatif dan ramah lingkungan. Ini memberikan peluang yang sangat bagus bagi industri kertas dan menambah nilai ekonomi bagi petani jagung dan masyarakat.

Proses pembuataan kertas dari Limbah Jagung, sederhana sekali. Caaranya, siapkan limbah kulit jagung dengan pemotongan dan pembersihan, lalu lakukan pemasakan dengan menambahkan soda api sebanyak 100 gram. Setelah itu cuci dengan air mengalir, lalu akhir lakukan pencetakan dan jemur dibawah sinar matahari. Dan jadilah kertas dengan nilai seni tinggi.

Memang, hasil penelitianya belum final dan masih banyak perbaikan lagi. Namun demikian, tambah Wildy, harapan dari lahirnya ide kertas dari kulit jagung ini adalah tidak hanya menambah nilai ekonomis dari kulit jagung tetapi juga dapat menjaga lingkungan agar tetap seimbang.

“Dan juga menjadikan kertas dari kulit jagung lebih dimanati oleh masyrakat karena keunikannya,” pungkasnya.

editor : Moentjak sumber : BeritaMinang.com

BACA JUGA :

Facebook Comments

loading...