Muhardi Buka Pesantren Ramadhan 1445 H di MTsN 6 Limapuluh Kota

Limapuluh Kota, SuhaNews – MTsN 6 Limapuluh Kota kembali menggelar kegiatan Pesantren Ramadan Tahun 1445 H/2024 M. Agenda rutin tahunan setiap bulan puasa ini dibuka oleh kepala MTsN 6 Limapuluh Kota, Muhardi, pada Jumat (15/3). pembukaan kegiatan Pesantren Ramadan dihadiri seluruh Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan madrasah tersebut.

Dalam sambutannya Muhardi mengurai tujuan pelaksanaan kegiatan Pesantren Ramadan. Muhardi menyebut diantara tujuannya adalah untuk memperbaiki tingkah laku peserta didik dengan melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah dan amalan secara bersama-sama, diantaranya, Tadarus Alqur’an, Salat Duha,Tahfiz, dan Tasmik Alqur’an, serta materi-materi terkait Ramadan.

“selain momentum menimba ilmu pengetahuan, Pesantren Ramadan lebih bertujuan kepada perbaikan akhlak peserta didik, melaksanakan amal ibadah lebih intensif dan lebih khusuk lagi, karena bulan Ramadan adalah bulan dimana amal ibadah dilipatgandakan pahalanya,” ungkap Muhardi.

Muhardi berpesan agar seluruh peserta didik mengikuti kegiatan dengan serius, sehingga kegiatan ini menjadi berkah dan bermanfaat. Ia juga berpesan, tujuan dari kegiatan Pesantren Ramadan bukan hanya untuk selama bulan Ramadan saja, namun juga untuk bulan-bulan di luar bulan Ramadan.

Hadir sebagai pentausiah dalam kegiatan Pesantren Ramadan perdana, Pembina Tahfiz MTsN 6 Limapuluh Kota, Yusrina Sri Oktaviani. Dalam paparan materinya Sri menjelaskan tentang akidah yang merupakan pondasi iman. Sri menjeaskan, amalan yang ikhlas dan ria sangat tipis bedanya. Semua tergantung hati, atau yang lebih dikenal dengan niat.

“Meninggalkan amalan karena manusia, berarti itu termasuk ria. Sementara, mengerjakan amalan karena manusia, adalah syirik. Kita harus hati-hati dengan dua sifat ini. Jangan sampai amal yang sudah dilaksanakan siang dan malam, hilang oleh dua sifat ini,” tekan Sri.

Menutup tausiahnya, Sri mengingatkan agar berhati-hati dalam menjaga niat amalan. Tidak ada landasan amal ibadah kecuali niat dengan ikhlas dan mengharap rida Allah SWT.(Wel/Nina)

BACA JUGA  Diikuti 91 Peserta, Kemenag Kab. Solok Gelar Test Penyuluh Agama Islam Non PNS

BErita Terkait :

Facebook Comments

Google News