SuhaNews – Bus Kaca Geser, adalah istilah yang disematkan oleh mania pada bus Non AC yang kacanya terbua. Isitilah ini sendiri muncul seiring kehadiran bus Double Glass yang oleh Mania di Sumatera Barat disebut Kaco Lenggek dipertengahan 2017 lalu.
Seiring perkembangan bisnis angkutan darat khususnya bus Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) Sumbar – Jabodetabek, keberadaan bus non AC terus terpinggirkan hingga betul-betul menghilang dari lintasan.

Adalah PO. NPM yang terakhir mengoperasikan armada bus non AC ini dilintasan Sumbar – Jakarta. Seiring dengan lesunya bisnmi angkutan darat di Lintas Sumatera akibat Pandemi Covid-19 diawal 2020 lalu, bus-bus kaca geser yang awalnya istirahat karena pandemi akhirnya tak kembali ke lintasan.
Sebelum benar-benar pensiun, PT. NPM sempat melakukan peremajaan pada beberapa armada non AC ini dengan mengganti body lawas denngan body bekas namun kondisinya lebih bagus. Hal ini tak bertahan lama seiring kondisi pasar saat itu.
Selain NPM, semua operator bus AKAP Sumbar – Jabodetabek dulunya memiliki armada kelas non AC dan ekonomi ini. Namun semua terpukul oleh perkembangan zaman, terutama lesunya bus AKAP karena tiket pesawat murah.

Gumarang Jaya dan Lampung Jaya serta Transport Express dan Lubuk Basung Jaya adalah kompetitor PO. NPM di segmen kelas non AC ini yang bertahan hingga sekitar tahun 2015. Atau lebih tepatnya zaman terminal Rawamangun masih jadi pilihan utama bagi perantau Minang di Jakarta untuk turun dan berangkat pulang kampung.
Meski non AC, body bus tetap dibuat oleh karoseri ternama. Sebut saja Restu Ibu Pusaka yang dipakai pada sebagain besar armada Gumarang Jaya dan Lampung Jaya, atau Rahayu Sentosa dan Tugas Anda pada kebanyakan armada PO. NPM.
Kini jenis armada yang dipakai perusahaan bus sudah pakai AC semua, dan kelas Executive yang dulunya termasuk mewah diawal tahun 2000an menjadi kasta terendah meski sudah pakai AC dan toilet, digilas oleh Sutan Class, Maunjua Class, Kudo Gadang Class, Luxury Class, Platinum Class, Ultimate Class hingga Dream Class alias Bagolek Class.
Tidak sedikit perantau maupun penumpang yang rindu dengan kehadiran bus Kaca Geser ini, karena bagi sebagian orang keberadaan kaca geser dapat menjadi penghilang mual yang menyebabkan mabuk perjalanan. Atau bagi perokok, dapat menyalurkan hobinya sepanjang jalan. Kalau mobil ber AC dilarang merokok dalam kabin penumpang.
PO. Yanti Group, salah satu operator bus AKAP yang masih mengoperasikan bus non AC diantaranya untuk rute Solok – Duri dan Bukitinggi – Belilas – Rengat. Moentjak
Baca Juga :
- Mulai Beroperasi, 4 Unit Bus Gumarang Jaya Tak Lagi Ber-Plat BE
- Armada Baru PO. Gumarang Jaya, Tak Ada Gambar Kuda pada Liverynya
- Pecah Rekor 23 Bus Gumarang Jaya Berangkat menuju Sumbar dari Jabodetabek
- Ma Unjua di Hari Rayo, Ini Harga Tiket Bus Gumarang Jaya
- 5 Unit Ma Unjua Class Gumarang Jaya Sampai di Ranah Minang
- 10 Unit Bus Gumarang Jaya ‘Ma Unjua Class’ Siap Meluncur di Lintas Sumatera
- Palala Hadirkan Bus “Sirah”, Gumarang Jaya Datangkan “Maunjua Class”
Tak sedikit yang berharap ada operator kembali mengoperasikan kembali bus non AC ini. Hal ini dilihat dari banyak komentar netizen dalam postingan di group media sosial masing-masing operator bus. Baik operatir lama seperti NPM, Gumarang Jaya, Transport Express hingga pada pemain baru seperti Palala dan Miyor.
Namun hingga kini belum terlihat adanya operator yang menyikapi, bahkan dalam beberapa jadwal rilis armada baru justru yang akan tayang adalah kelas premium. Moentjak
Berita Terkait :



Facebook Comments