SuhaNews – Putusnya jalan Nasional yang menghubungkan Propinsi Sumbar dan Riau di Tanjung Alai Kabupaten Kampar sejak 1 Desember 2024 lalu, membjuat arus lalu lintas dialihkan via Taluk Kuantan dan Kiliran jao.
Namun pengguna mesti menghadapi macet di persimpangan Kiliran Jao yang merupakan pertemuan arus lalu lintas dari Riau – Jambi dan Sumbar. Macet ini disebabkan imbas buka tutup dari pekerjaan betonisasi jalan Lintas Tengah dari perbatasan Kabupaten Sijunjung hingga Kabupaten Dharmasraya.
“Dari kalam sampai kini lah tarang pulo hari, menikmati macet di Kiliran Jao,” ujar Oka pengendara yang hendak menuju Solok dari Pekanbaru.
Kepada SuhaNews, Oka menyebutkan, ia bersama saudaranya yang dalam perjalanan dari Pekanbaru menuju Solok, sampai di daerah Kiliran Jao menjelang Subuh dan disambut macet. Lebih tiga jam lamanya ia tertahan disini.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Reflaini, dalam postingan media sosialnya terjebak macet di kawasan Tanjung Lolo yang menyebutkan kemacetan disebabkan adanya kecelakaan.
Untuk pengendara yang hendak melintasi kawasan Kiliran Jao agar mempersiapkan fisik dan kendaraan, karena kondisi jalan yang macetnya tidak bisa diprediksi. Hal ini disebabkan pengendara yang tidak patuh dan main serobot serta parmkir menunggu antrian dibahu jalan berlawan arah yang membuat arus lalu lintas tersendat. Moentjak
Berita Terkait :



Facebook Comments