Batipuah, SuhaNews — Kegiatan Bundo Kandung Masuk Sekolah kembali digelar dengan menghadirkan Bundo Afdi Rafni beserta rombongan,Sabtu 13 September 2025 bertempat di aula UPT SMPN 2 Batipuh.
Bundo Afdi Rafni menyampaikan materi tentang bagaimana hidup sebagai orang Minangkabau dengan menekankan empat hal pokok yang harus dipahami, dimiliki, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat, yaitu raso, pareso, malu dan sopan.

Raso atau perasaan merupakan naluri terdalam seseorang yang menjadi dasar etika dan tata krama. Orang yang memiliki raso biasanya jujur, adil, dan benar. Seperti pepatah adat mengatakan “raso dibaok naiak” yang berarti rasa dari hati dibawa naik ke pikiran.
Selanjutnya pareso atau pikiran adalah upaya untuk mengoreksi diri dengan pikiran jernih dan analisis mendalam agar seseorang mampu menimbang kekurangan, kelebihan, kelemahan, maupun kekuatan yang dimiliki. Adat mengatakan “pareso dibaok turun”, artinya setelah dipikirkan secara matang lalu dirasakan kembali di hati.
Sementara itu, sopan adalah sikap yang ditunjukkan dalam perilaku sehari-hari, baik saat berbicara, bertanya, menjawab, duduk, berdiri, berjalan, berpakaian, bekerja, maupun bergaul sesuai dengan norma adat, agama, dan aturan pemerintah.
Melalui penyampaian tersebut, generasi muda diharapkan mampu memahami dan mengamalkan nilai-nilai luhur adat Minangkabau sebagai bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Andra Mairoza, S.P., M.Pd. Dt. Mangkuto Dirajo yang menegaskan bahwa Bundo Kandung Masuk Sekolah merupakan implementasi pendidikan yang menguatkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sinergi tersebut diyakini mampu membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia, beradat, serta berbudaya.
Baca juga:



Facebook Comments