Pariaman, SuhaNews – Sekretaris Utama (Sestama) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Rustian didampingi Wali Kota Pariaman, Yota Balad dan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi lakukan peletakkan batu pertama Pembangunan Huntap untuk warga Bencana Hidrometeorologi, Jumat (1/5) di Desa Sintuak, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman.
“Pentingnya konsep Multi-Helix dalam penanganan bencana. Strategi ini melibatkan lima pilar utama, yaitu Pemerintah, Akademisi, dunia usaha, Komunitas/Masyarakat dan Media,” ujar Sestama BNPB, Rustian.
Baca juga: Bupati Solok dan BNPB Tinjau Hunian Tetap di Saniang Baka dan Muaro Pingai
Peletakan batu pertama ini juga dihadiri oleh Pakar Bencana dari Pusat Studi Bencana (PSB) Universitas Andalas diantaranya, Ketua PSB, Unand, Prof. Dr. Eng. Ir. Fauzan, ST, MSc (Eng), Prof. Ir. Abdul Hakam, MT, PhD dan Prof. Dr. Bambang Istijono, ME., Direktur Pemulihan dan Peningkatan Fisik pada Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (RR) BNPB, Afrial Rosya, Direktur Dukungan Infrastruktur Darurat BNPB, Andria Yuferryzal, Staf Direksi PT Semen Padang, Donny Aswin Idham dan Forkopimda Kota Pariaman
Pemerintah tidak bekerja sendiri, jelas Rustian, Penanganan bencana urusan bersama. Pendampingan akan terus dilakukan hingga seluruh siklus pemulihan selesai.
“Salah satu poin menarik dalam pembangunan Huntap di Kota Pariaman adalah penggunaan teknologi rumah sapa block. Material ini diklaim memiliki kualitas tinggi, lebih aman, dan nyaman untuk dihuni,” tambah Rustian.
Kota Pariaman menjadi daerah pertama yang menerapkan model hunian dengan teknologi ini, yang diharapkan dapat menjadi percontohan bagi daerah lain di Sumatera Barat dan Indonesia.
Wali Kota Pariaman, Yota Balad mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat atas bantuan yang telah diberikan kepada Kota Pariaman.
“Peletakan batu pertama rumah contoh hunian tetap (Huntap) mandiri type 36 ini merupakan simbol nyata dari berakhirnya masa darurat dan pengungsian, serta dimulainya fase pemulihan kehidupan yang lebih baik, lebih aman, dan lebih tangguh,” ujar Yota Balad.
Pembangunan contoh Huntap Mandiri ini, jelas Yota Balad, didukung oleh sapa block Semen Padang Indonesia. Data penerima bersifat fleksibel, masyarakat di sepanjang aliran Sungai Batang Mangor yang merasa terancam dapat mengusulkan diri untuk program Hunian Tetap (Huntap) Mandiri ini melalui BNPB.
“Program ini merupakan aksi cepat hasil pertemuan Pemerintah Kota Pariaman dengan Sekretaris Utama (Sestama) BNPB pada Senin, 27 April 2026,” tambah Wako Yota Balad.
Saat ini, papar Yota Balad, baru 1 unit huntap mandiri yang kita bangun, namun apabila masyarakat Kota Pariaman yang merasa terancam dengan kondisi rumah pasca Bencana Hidrometeorologi, bisa melaporkan ke BPBD Kota Pariaman dan akan kita usulkan pembangunan huntap dengan syarat menyediakan lokasi tanah tempat pembunganan huntap.
“Semoga dengan telah dibangunnya huntap, Bapak/Ibu lebih bisa menata kehidupan di tempat asal, namun dengan hunian yang jauh lebih layak,“ harap Yota Balad.
Baca juga: Pastikan Pembangunan Huntap Berjalan Lancar, Bupati Eka Putra Tinjau Langsung



Facebook Comments