HDM Bukittinggi Gelar Mubes VI, Perkuat Dakwah Moderat Menuju Bukittinggi Gemilang

Bukittinggi, SuhaNews–Semangat memperkuat sinergi dakwah yang moderat, profesional, dan berkelanjutan menggema dalam Musyawarah Besar (Mubes) VI Himpunan Da’i dan Muballigh (HDM) Kota Bukittinggi, yang digelar di Aula Kantor Balai Kota Bukittinggi, Minggu (17/5/2026).

 

Mengusung tema “Memperkuat Sinergi Dakwah yang Moderat, Profesional dan Berkelanjutan Menuju Bukittinggi Gemilang”, kegiatan ini dihadiri Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ketua DPRD, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Ketua MUI, unsur Forkopimda, tokoh agama, para da’i dan muballigh, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia, H. Afrizal, dalam laporannya menyampaikan bahwa pelaksanaan Mubes VI merupakan amanat organisasi sesuai AD/ART HDM seiring berakhirnya masa periodesasi kepengurusan. Menurutnya, Mubes menjadi momentum evaluasi kinerja organisasi, pemilihan kepengurusan baru, sekaligus penyusunan program kerja periode mendatang.

 

“Panitia mengucapkan terima kasih kepada seluruh donatur, para ustadz, dan buya yang telah mendukung sehingga Mubes ini dapat terlaksana dengan baik. Kami juga memohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Penjabat Ketua HDM Kota Bukittinggi, Khairunnas, mengenang sejarah lahirnya organisasi tersebut sekitar 26 tahun silam. Ia menyebut HDM lahir dari kegelisahan para tokoh agama dalam menyikapi dinamika sosial dan politik saat itu.

“HDM dibentuk sebagai wadah sosial keagamaan yang independen, tidak berada di bawah kepentingan partai politik maupun kelompok tertentu. Tujuannya adalah menyatukan para da’i dan muballigh Kota Bukittinggi dalam satu wadah organisasi,” jelasnya.

Ketua MUI Kota Bukittinggi, H. Gazali, MA, menilai usia HDM yang telah mencapai 26 tahun menunjukkan kematangan organisasi dalam menjalankan fungsi dakwah dan membina umat.

“Perjalanan panjang ini menjadi bukti bahwa HDM telah berkontribusi dalam memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat melalui sinergi dengan berbagai pihak. Siapapun yang terpilih nanti mari kita dukung bersama demi kemaslahatan umat,” ujarnya.

BACA JUGA  Jam Gadang Saksi Peringatan Hari Ayam dan Telur Nasional 2022

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, Dr. H. Irwan, M.Ag, menegaskan Mubes harus menjadi momentum memperkuat nilai-nilai religius di tengah masyarakat.

“Kita berharap HDM terus menjadi organisasi dakwah yang mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Tantangan era digital harus dihadapi dengan membentengi umat dari pengaruh yang menyesatkan serta menanamkan nilai-nilai religius sejak dini, seperti membiasakan anak-anak mencintai Al-Qur’an dan menghidupkan amalan puasa Senin-Kamis,” tegasnya.

Ketua DPRD Kota Bukittinggi, H. Syaiful Efendi, mengajak seluruh anggota HDM meluruskan niat dalam berhimpun dan menjaga kesinambungan dakwah.

“Menjadi da’i adalah pekerjaan mulia. Mari terus bersinergi dan berkolaborasi memperbaiki umat agar HDM semakin kuat dan kompak ke depan,” katanya.

Wakil Wali Kota Bukittinggi, H. Ibnu Asis, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran da’i dan muballigh sebagai penjaga moral masyarakat di tengah tantangan zaman.
Menurutnya, Kota Bukittinggi yang menjunjung falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah membutuhkan kehadiran para pendakwah sebagai garda terdepan dalam menjaga akidah umat dan membangun karakter masyarakat.

“Pembangunan fisik tidak akan sempurna tanpa pembangunan mental dan spiritual. Karena itu, Pemerintah Kota berharap Mubes ini tidak hanya menjadi agenda memilih pengurus baru, tetapi juga wadah evaluasi dakwah agar lebih menyentuh akar persoalan umat,” ujar Wawako.

20260517 115814 scaled

Ia juga menitipkan harapan besar agar HDM menjadi mitra strategis pemerintah dalam menyukseskan program Surau Gemilang, menjadikan surau kembali hidup sebagai pusat ibadah, pendidikan akhlak, ilmu pengetahuan, serta benteng moral generasi muda.

Melalui Mubes VI ini, diharapkan lahir kepengurusan baru yang mampu memperkuat peran HDM sebagai jembatan nilai-nilai agama dan realitas sosial, sekaligus menjadi solusi atas berbagai persoalan umat di tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan sosial kemasyarakatan. (Syafrial)

BACA JUGA  3 Guru MAN 2 Bukittinggi Ikuti Pelatihan Calon Fasda

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News