Dinas Kesehatan Payakumbuh Tingkatkan Kapasitas Kader Posyandu

Payakumbuh, SuhaNews | Dinas Kesehatan bersama Tim Pembina Posyandu Kota Payakumbuh menggelar rangkaian kegiatan Posyandu secara bertahap sepanjang Juli 2026.

Kegiatan yang meliputi advokasi, koordinasi, bimbingan teknis, penilaian lomba Posyandu bidang kesehatan, serta temu kader Posyandu berprestasi tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kader sekaligus kualitas layanan Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Posyandu sebagai bagian dari transformasi layanan primer menuju Indonesia Emas 2045.

Baca juga: Puskesmas KTK, Kota Solok Bina Kader Posyandu ILP IX Korong

Upaya tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Wali Kota Zulmaeta yang menempatkan peningkatan kualitas pelayanan dasar sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah.

Puncak rangkaian kegiatan berlangsung di Aula Josrizal Zain, Lantai III Balai Kota Payakumbuh, Kamis (23/7/2026), dan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh, Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), para camat, kepala puskesmas, lurah, Ketua TP Posyandu kecamatan dan kelurahan, serta kader Posyandu berprestasi dari seluruh Kota Payakumbuh.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh telah melaksanakan Advokasi, Koordinasi, dan Bimbingan Teknis bagi Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan selama dua hari, yakni pada 20–21 Juli 2026.

Pelaksanaan kegiatan dibagi berdasarkan wilayah. Hari pertama diikuti peserta dari Kecamatan Payakumbuh Barat dan Payakumbuh Selatan, sedangkan hari kedua diikuti peserta dari Kecamatan Payakumbuh Timur, Payakumbuh Utara, dan Lamposi Tigo Nagori.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas DP3AP2KB.

Materi yang disampaikan meliputi kebijakan transformasi Posyandu, diskusi interaktif, penyusunan rencana kerja Tim Pembina Posyandu tingkat kecamatan dan kelurahan, hingga penyelarasan program dengan Rencana Kerja TP Posyandu Bidang Kesehatan Kota Payakumbuh.

BACA JUGA  Masuk 6 Besar, Kader Posyandu Terintegrasi Sayang Bunda Koto Sani Dinilai Tim Provinsi

“Transformasi Posyandu kini mencakup tiga aspek utama untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat,” ujar Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Payakumbuh, Nofriwandi.

Aspek pertama adalah transformasi pelayanan. Jika sebelumnya Posyandu berfokus pada pelayanan kesehatan dasar, kini layanannya diperluas mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni bidang pendidikan, kesehatan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat.

“Kedua adalah transformasi kelembagaan. Posyandu kini bertransformasi dari Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat menjadi lembaga kemasyarakatan desa atau kelurahan. Konsekuensinya, Posyandu wajib memiliki Surat Keputusan Kepala Kelurahan dan turut berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan desa atau kelurahan sebagai mitra pemerintah di tingkat kelurahan,” ujar Nofriwandi.

Aspek ketiga adalah transformasi pembinaan. Pembinaan yang sebelumnya dilakukan oleh Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu kini dilaksanakan oleh Tim Pembina Posyandu secara berjenjang mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga kelurahan.

“Transformasi tersebut perlu diikuti dengan percepatan penataan kelembagaan, penguatan sinergi lintas sektor, serta peningkatan kapasitas Posyandu dan Tim Pembina Posyandu agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” kata Nofriwandi.

Sementara itu, Ketua TP Posyandu Kota Payakumbuh, Eni Muis Zulmaeta menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader Posyandu yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.

“Keberhasilan Posyandu tidak mungkin dicapai tanpa dedikasi para kader yang selama ini mengabdikan tenaga, waktu, dan pikirannya dengan penuh keikhlasan untuk melayani masyarakat,” ujar Eni Muis Zulmaeta.

Menurut Eni, keikutsertaan Posyandu dan kader dalam lomba bukan semata-mata untuk meraih prestasi, melainkan menjadi momentum evaluasi guna terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.

“Kami percaya setiap masukan dari tim penilai akan menjadi bekal berharga dalam mewujudkan Posyandu yang semakin maju, mandiri, aktif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat,” tambah Eni Muis Zulmaeta. (*)

BACA JUGA  Tidak Ada Kasus Baru, Kabupaten Solok Siap Memulai New Normal
Baca juga: Wali Kota, Zulmaeta: Pemko Payakumbuh Perkuat Posyandu 6 SPM

Facebook Comments

Google News