Bukittinggi, SuhaNews | Sebagai upaya memperkuat syiar Islam serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat, para tokoh adat, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, dan unsur masyarakat Kurai Bukittinggi bersepakat membentuk Lembaga Mubaligh Kurai Bukittinggi (LMKB). Kehadiran lembaga ini diharapkan menjadi wadah pemersatu para mubaligh dalam mengembangkan dakwah yang santun, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Ketua LMKB, Ustadz Taufik Tuangku Mudo, menjelaskan bahwa pembentukan LMKB berangkat dari semangat kebersamaan dalam menjaga dan menguatkan nilai-nilai Islam yang berpijak pada falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK), yang telah menjadi identitas masyarakat Kurai dan Kota Bukittinggi. Nilai ABS-SBK terus menjadi fondasi penting dalam berbagai upaya penguatan sinergi antara unsur adat, ulama, dan pemerintah di Bukittinggi.
“LMKB hadir bukan untuk menjadi pesaing bagi organisasi dakwah yang telah ada, tetapi sebagai mitra strategis yang menghimpun para mubaligh agar mampu bersinergi dalam membina umat. Kami ingin membangun dakwah yang menyejukkan, mempererat persaudaraan, dan memberikan solusi atas berbagai persoalan umat,” ujar Ustadz Taufik Tuangku Mudo.
Menurutnya, LMKB akan menjadi ruang koordinasi, komunikasi, pembinaan, dan peningkatan kapasitas para mubaligh sehingga aktivitas dakwah dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. Melalui wadah ini, para mubaligh diharapkan semakin siap menghadapi tantangan dakwah di era modern tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur’an, As-Sunnah, serta kearifan lokal Minangkabau.
Ia menegaskan, dakwah yang diusung LMKB mengedepankan pendekatan yang santun, moderat, inklusif, dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat. Selain memperkuat pemahaman keagamaan, LMKB juga berkomitmen mendorong pembinaan akhlak, pemberdayaan umat, serta memperkokoh persatuan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kami mengajak seluruh mubaligh, ulama, tokoh adat, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun sinergi. Dakwah akan semakin kuat apabila dilaksanakan secara kolektif dengan semangat musyawarah dan kebersamaan sebagaimana falsafah Minangkabau, Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mufakaik,” tambahnya.
Ke depan, LMKB akan menyusun berbagai program pembinaan mubaligh, pelatihan peningkatan kompetensi dakwah, penguatan literasi keislaman, serta menjalin kolaborasi dengan berbagai lembaga keagamaan, lembaga adat, dan pemerintah dalam mendukung pembangunan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter.
Dengan mengusung moto “Berdakwah • Membina Umat • Membangun Negeri,” LMKB optimistis dapat menjadi lembaga dakwah yang profesional, terpercaya, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan pembangunan Kota Bukittinggi.
Berita Terkait :
- Evaluasi Mubes VI HDM Bukittinggi, Khairunnas, Kebersamaan Panitia Jadi Kunci Sukses
- Khairunnas Nahkodai Himpunan Da’i dan Muballigh Kota Bukittinggi Periode 2026–2030
- HDM Bukittinggi Gelar Mubes VI, Perkuat Dakwah Moderat Menuju Bukittinggi Gemilang
- Jelang Mubes VI HDM Kota Bukittinggi, Panitia Matangkan Persiapan
- Pemko Bukittinggi Gelar Tadarus Al-Qur’an Bersama HDM di Bulan Suci Ramadhan 1447 H
- HDM Bukittinggi Tadarus Al-Qur’an di Rumah Dinas Ketua DPRD
- HDM Bukittinggi Teguhkan Komitmen Dakwah Menuju Kemaslahatan Umat



Facebook Comments