Pemprov Sumbar dan PWI gelar Seminar Hari Bela Negara

SuhaNews – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) bekerjasama PWI Minggu (18/12) pagi adakan Seminar Nasional Hari Bela Negara “Menolak Lupa Peran Bukittinggi dalam Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI)” bertempat di Istana Bung Hatta Bukittinggi diikuti 120 orang peserta dari Guru Sejarah, Siswa, dan Umum dengan hadirkan Sejarahwan UI Prof. Dr. Anhar Gonggong.,M.A dan Sejarahwan Unand Prof. Dr. Phil. Gusti Asnan dibuka Kepala Badan Kesbangpol Sumbar Jefrinal Angke

Disebagian kekinian Millenial terkesan lupa ataupun tidak tahu bahwa sesungguhnya Bukittinggi berperanan besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan khususnya ketika Agresi Belanda II Tahun 1948 dan disana tercatat peran penting Mr. Syafroeddin Prawira Negara yang diberi mandat oleh Presiden Sukarno untuk memimpin negara ini ketika beliau diasingkan oleh Belanda.

Nah..jika dikaitkan dengan keberadaan Bukittinggi menjadi Ibu Kota Negara maka timbul pertanyaan apakah dengan Mr. Syafroeddin Prawira Negara menjadi pemimpin ketika Soekarno diasingkan lantas apakah otomatis menjadi Ibu Kota Negara dan ini menjadi perdebatan bahkan pertanyaan besar dikupas pada kali ini.

“Era kini banyak orang tidak tahu tentang sejarah bahkan politisi sekalipun bahkan sejarah terabaikan,”ucap anhar.

Disebutkan, pengetahuan sejarah lebih diarahkan pada geografi sehingga pengambilan keputusan menjadi bias dan tidak jelas arahnya termasuk saat ini

Rusaknya sejarah yang ada saat ini dikarnakan adanya keegoan sebagian pihak dan itu tidak seharusnya terjadi jika bangsa ini ingin besar dalam membangun kebudayaan beretika.

Berita Terkait 

sumbar sumbar sumbar

Facebook Comments

BACA JUGA  Satu-satunya di Sumbar, MAN 1 Bukittinggi Lolos Tahap Presentasi Monev KIP Tahun 2025

Google News