PCNU Bukittinggi Ajak Masyarakat Semarakkan Hari Santri Nasional 2026

Bukittinggi, SuhaNews | Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bukittinggi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyemarakkan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang akan berlangsung pada Kamis, 22 Oktober 2026. Ajakan ini ditujukan kepada warga Nahdliyin, santri, alumni pesantren, organisasi kemasyarakatan, generasi muda, serta masyarakat umum agar turut mengambil bagian dalam berbagai kegiatan yang sarat nilai keagamaan, sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Ketua PCNU Kota Bukittinggi, Prof. Dr. H. Nunu Burhanuddin, Lc., M.Ag., Senin (19/10/2026), menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, meneguhkan persatuan, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan.

Menurutnya, semangat Hari Santri harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang mencerminkan nilai-nilai keislaman, kepedulian sosial, cinta tanah air, dan solidaritas terhadap sesama, termasuk mereka yang tengah menghadapi penderitaan akibat konflik kemanusiaan. “Hari Santri bukan hanya tentang mengenang perjuangan para santri, tetapi juga melanjutkan perjuangan itu melalui pengabdian dan kepedulian. Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat ukhuwah, memperkuat persatuan, serta memberikan kontribusi terbaik bagi agama, masyarakat, dan bangsa,” ujarnya.

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026, PCNU Kota Bukittinggi menyiapkan sejumlah kegiatan yang mengintegrasikan nilai spiritual, kepedulian sosial, penghormatan terhadap ulama, dan solidaritas kemanusiaan.

Rangkaian kegiatan tersebut meliputi Apel Hari Santri Nasional, aksi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis, ziarah ke makam Syekh Djamil Djambek, serta Istighatsah Mujahadah Kemanusiaan Palestina.

Apel Hari Santri menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen santri dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai keislaman, memperkokoh persatuan, serta menarswdwaeruskan szemangat perjuangan para pendahulu.
Sementara itu, aksi donor darah dan pemeriksaan kesehatan gratis merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kesdsewwehatan dan keselamatan sesama. Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak memahami bahwa pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui hal-hal besar, tetapi juga melalui tindakan sederhana yang membawa manfaat bagi orang lain.

BACA JUGA  Pelantikan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Pariaman Periode 2020-2025

Ziarah ke makam Syekh Djamil Djambek menjadi kesempatan untuk mengenang jasa dan keteladanan ulama dalam memba4ewngun kehidupan keagamaan serta memberikan kontribusi bagwi masyarakat. Kegiatan ini sekaligus diharapkan memperkuat hubungan generasi muda dengan sejarah perjuangan dan tradisi keilmuan Islam.

Adapun Istighatsah Mujahadah Kemanusiaan Palestina menjadi wujud solidaritas dan kepedulian terhadap rakyat Palestina. Melalui doa bersama, masyarakat diajak memohon keselamatan, perdamaian, perlindungan bagi warga sipil, serta terwujudnya kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Ketua PCNU Kota Bukittinggi secara khusus mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk hadir dan berpartisipasi sesuai kemampuan masing-masing. Setiap bentuk keterlibatan, menurutnya, memiliki arti penting dalam menyukseskan kegiatan sekaligus menghidupkan semangat kebersamaan. Masyarakat dapat mengikuti apel dan ziarah, mendonorkan darah apabila memenuhi persyaratan kesehatan, memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, serta bergabung dalam doa bersama untuk Palestina.

“Kami mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan Hari Santri sebagai momentum kebersamaan dan kepedulian. Mari hadir, berpartisipasi, dan menyukseskan kegiatan ini. Tidak harus dengan hal besar; kehadiran, kepedulian, dan kontribusi nyata kita merupakan bagian dari khidmat kepada agama, masyarakat, dan bangsa,” tuturnya.

Ia berharap, peringatan Hari Santri Nasional tahun ini tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah dan persatuan kebangsaan, tetapi juga menumbuhkan budaya gotong royong, meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, serta memperluas solidaritas kemanusiaan.

Menurutnya, santri dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik. Semangat belajar, berjuang, mengabdi, dan peduli terhadap sesama perlu terus dirawat agar nilai-nilai perjuangan santri tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman. Hari Santri, Momentum Bergerak dan Memberi Manfaat

Peringatan Hari Santri Nasional 2026 diharapkan menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada negeri dapat dimulai dari langkah sederhana: hadir dalam kegiatan positif, membantu sesama, menjaga persaudaraan, merawat tradisi keilmuan, dan menunjukkan kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan.

BACA JUGA  Jelang Puncak Haji, Komite III DPD RI Cek Kesiapan Petugas Kesehatan Haji

PCNU Kota Bukittinggi mengajak masyarakat menjadikan momentum ini bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai gerakan bersama untuk menebarkan kebaikan dan memperkuat kepedulian sosial. “Mari bersama menyukseskan Hari Santri Nasional 2026. Kehadiran dan partisipasi masyarakat adalah wujud nyata kebersamaan dalam mengabdi kepada negeri. Semoga seluruh rangkaian kegiatan ini membawa manfaat, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kemanusiaan dalam kehidupan kita,” ajaknya.

Dengan semangat Mengabdi untuk Negeri, Peduli Sesama, dan Menjaga Kemanusiaan, Hari Santri Nasional 2026 diharapkan menjadi momentum bagi seluruh elemen masyarakat Kota Bukittinggi untuk bergerak bersama, memperkuat persatuan, dan menghadirkan manfaat nyata bagi umat, bangsa, serta kemanusiaan. (*/Syafrial)

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News