Pemkab Tanah Datar dan BKN Regional XII Pekanbaru Gelar Coaching Clinic

Pekanbaru, SuhaNews – Pemerintah Tanah Datar melakukan coaching clinic pengelola kepegawaian dengan BKN (Badan Kepegawaian Negara) Regional XII Pekanbaru selama dua hari, 14-15 Desember 2020. di Aula Kantor BKN Pekanbaru. 

“Insha Allah setelah berlangsungnya coching clinic ini, akan kami aplikasikan di daerah,mudah-mudahan kegiatan ini berjalan tanpa ada kendala yang berarti,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tanah Datar H. Zuldafri Darma.

Kegiatan ini juga dihadiri Sekretaris Daerah Tanah Datar Irwandi, Asisten Administrasi Umum Helfy Rahmy Harun, Kepala BKPSDM Jasrinaldi, Kepala Bagian Organisasi Adriyanti Rustam, segenap pegawai BKN Regional XII Pekanbaru dan BKPSDM Tanah Datar

Zuldafri berharap perkembangan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan oleh pegawai di Tanah Datar sehingga membawa perubahan dalam pengelolaan kepegawaian di Luhak Nan Tuo ke depannya.

“Kegiatan ini sangat strategis untuk meningkatkan pelayanan yang dikembangkan melalui inovasi terbarukan, agar dapat mewujudkan birokrasi moderen, efisien dan akuntabel,” ujar Zuldafri.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional XII BKN Pekanbaru Neny Rochyany mengatakan pada tahun 2021, BKN mempunyai program piloting tata kelola manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN).  Instansi dapat menerapkan manajemen ASN sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Hal ini secara otomatis akan meningkatkan nilai indeks sistem merit di instansi,” jelas Neny Rochyany.

Sistem merit, jelas Neny Rochyany, merupakan kebijakan dan manajemen ASN berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi dan kinerja secara adil serta wajar tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur atau kondisi kecacatan.

“Setiap instansi wajib menerapkan sistem merit. Dengan sistem merit, ASN akan mendapatkan kejelasan dalam pengembangan karir, sehingga instansi akan mendapatkan ASN yang berkualitas serta profesional,” ujar Neny Rochyany.

BACA JUGA  Pj. Wali Kota Pariaman, Roberia Kawal Pendaftaran PPPK Tahap II

Saat ini, tambah Neny Rochyany, pemerintah sudah mempunyai berbagai instrumen untuk mengukur tingkat keberhasilan instansi dalam menerapkan sistem merit.

Bagi instansi yang telah menerapkan sistem merit, dalam pengisian jabatan pimpinan tinggi yang tidak memerlukan proses seleksi terbuka, cukup diambil dari sumber daya yang ada pada instansi tersebut.

“Untuk dapat menerapkan sistem merit diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas yang mempunyai kompetensi, baik kompetensi manajerial, teknis, maupun sosial kultural,” jelas Neny Rochyany.

Pemerintah, jelasnya, dapat terus mendorong melalui pendidikan dan pelatihan, termasuk program pemberdayaan melalui program coaching clinic, seperti yang terlaksana hari ini.

Reporter: Dajim        Editor: Wewe

Baca juga:

Facebook Comments

Google News