Sekdakab Solok Buka Bimtek Guru SMPN 2 dan 5 Tigo Lurah

Arosuka, SuhaNews – Sekda Kabupaten Solok membuka kegiatan bimbingan teknis (bimtek) guru SMPN 2 dan SMPN 5 Tigo Lurah, Senin (12/5) di SMPN 3 Gunung Talang.

Bimbingan teknis ini diikuti oleh para guru dari dua SMP yang berada di daerah sulit tersebut. Sementara narasumbernya memanfaatkan delapan guru penggerak yang sudah mengikuti pelatihan selama 9 bulan dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek.

Baca juga: 20 Guru MAN 1 Bukittinggi Ikuti Bimtek PKB

Hadir dalam acara pembukaan ini Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Zainal Jusmar, Kabid Pembinaan SMP Nila Kesuawati, serta seluruh pengawas SMP.

“Ini merupakan para guru dari daerah sulit, tetapi tidak menerima tunjangan daerah khusus lagi,” ujar Zainal Jusmar.

Beberapa tahun lalu, jelas Zainal Jusmar, baik SMPN 2 Tigo Lurah maupun SMPN 5 Tigo Lurah menerima tunjangan daerah khusus (TDK). Namun sejak Kabupaten Solok tidak lagi menerima termasuk daerah tertinggal, maka TDK pun dihapus. Padahal hingga saat ini dua SMP ini masih dalam kondisi terisolir dan sulit dijangkau dengan kendaraan bermotor.

“SMP yang berada di Tigo Lurah memang menjadi dilema,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison.

Pemkab Solok kesulitan  mengusulkan program khusus untuk Kecamatan Tigo Lurah dan Hiliran Gumanti karena pemerintah pusat tidak lagi memasukkan dua kecamatan ini sebagai daerah 3T (tertinggal, terluar, terdepan). Sementara kenyataannya dua kecamatan ini masih tertinggal dibandingkan kecamatan lain di Kabupaten Solok.

“Kita berusaha untuk memperjuangan tunjangan untuk para guru di Tigo Lurah ini,” ujar Medison.

Pihaknya akan melihat regulasi atau aturan yang ada, jika memungkinkan memberikan tunjangan untuk para guru honorer yang ada di Tigo Lurah dan tidak melanggar aturan, maka Pemkab Solok akan mengusahakannnya.

BACA JUGA  Bupati Solok Bantu Masjid Nurul Yaqin Sawah Baruah, Kinari

“Ini bukan janji, tetapi sebuah upaya,” jelas Medison.

Pada tahun 2023, jelas Medison, akan diupayakan pembangunan jalan Kapujan-Rimbo Data. Ini sebuah upaya untuk mengurangi keterisoliran nagari-nagari yang ada di Tigo Lurah. Untuk membangun jalan ini, jelasnya dibutuhkan dana miliran rupiah, sementara kemampuan APBD terbatas.

Begitu juga untuk pengangkatan guru P3K (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) . Kabupaten Solok mendapatkan kuota 537 orang. Untuk Ini dibutuhkan dana sekitar Rp140 miliar, sementara yang disediakan pusat hanya Rp30 miliar.

“Kita baru bisa mengangkat atau menempatkan 134 guru P3K,” jelas Medison.

Di samping itu, jelas Medison, Kabupaten Solok memiliki banyak sekolah yang hampir runtuh dan membutuhkan dana besar untuk memperbaikinya.

Sekalipun sulit, Sekda berharap para guru di daerah sulit ini tetap mengabdi dengan ikhlas. Di samping itu, mari kita berupaya membangun  kualitas pendidikan, dan memperbaiki aspek pembelajaran.

solok“Komunikasi guru-siswa tetap dibutuhkan, pembelajaran daring selama pandemi Covid-19, telah menghilangkan komunikasi tersebut. Karena itulah saatnya untuk membangun kembali pembelajaran yang berkualitas tersebut,” jelas Medison.

Kita harus membangkitkan kembali sektor pendidikan. Karena itu, kami titip masa depan anak-anak didik kepada para guru di daerah sulit ini.

“Orang hebat lahir dari guru dan pembimbing hebat,” jelas Medison.

Sekda optimis, anak-anak daerah sulit ini, bisa jadi akan menjadi pemimpin di masa depan baik di Kabupaten Solok maupun daerah lainnya di Indonesia.

Medison mencontohkan masa kecilnya yang sulit sebagai anak petani dan pedagang di pasar Bukit Sileh. Namun semangatnya bergelora untuk menempuh pendidikan.

“Tamat SMP, saya sudah bisa berbahasa Inggris dengan lancar melalui belajar mandiri,” ujar Medison.

Kemampuan berbahasa Inggris ini sangat membantunya saat melanjutkan pendidikan SMA maupun STPDN hingga menjadi PNS dan sekarang menjadi Sekda.

BACA JUGA  PPPK Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi Tekan Perjanjian Kerja

“Bekerjalah secara profesional maka, insyaallah akan diberikan yang terbaik,” ujar Medison memotivasi. (Wewe)

Baca juga: Sekdakab Solok, Medison Jadi Inspektur Upacara Peringatan HUT KORPRI

Facebook Comments

Google News