Di Arafah, H. Rifa’i Ajak Jemaah Merenung “Siapa Diri Ini”

Makkah, SuhaNews | Meski suhu di Padang Arafah mencapai 48 derajat celcius, ribuan jemaah haji khusuk mengikuti wukuf meski di dalam tenda. Termasuk jemaah Solok Raya yang tergabung dalam Kloter 9 PDG yang terpisah dalam dua tenda.
Di tenda Wanita, sebagai khatib adalah ustadz Zul Apendi, SHI, MH yang juga Pembimbing Ibadah Kloter 9 PDG dengan muazinnya H. Syamsul Bahri, SH, MM. Sedangkan di tenda Laki-laki sebagai khatib adalah Drs. H. Rifa’i, M.Pd.I, ketua rombongan 7 kloter 9 PDG. Keduanya menyampaikan khutbah yang menggugah hati jemaah untuk mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui dan seberapa banyak telah melakukan perbuatan yang diperintahkan Allah SWT.
02609 haji 2026 wukuf arafah b
Ustadz Zul Apendi, menyampaikan khutbah di tenda wanita kloter 9 PDG

Khutbah yang disampaikan menekankan tidak ada keutamaan seseorang atas dasar ras atau warna kulit, melainkan takwa, sesuai dengan pesan Rasulullah SAW, dengan tema Fokus pada Tri Sukses Haji: Jemaah sehat, ibadah sesuai syariat, dan meraih haji mabrur untuk kemaslahatan bangsa.

Dalam khutbahnya H. Rifai mengajak jemaah untuk memanfaatkan kesempatan hadir di Arafah ini untuk merenung, mengenang “siapa diri ini” dan mengingat kembali perjalanan yang telah dilalui selama menikmati nikmat Allah melalui usia yang telah dihabiskan.

“Sejauh apa kita melaksanakan perintahnya, sepatuh apa kita akan semua ajarannya yang telah disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan seberapa banyak dosa yang kita perbuat hingga menjadi catatan hitam perbuatan dosa, sudahkah kita memohon ampunan agar dijauhkan dari nerakaNya seraya memperbaiki ibadah dan meningkatkan keimanan,” ujar H. Rifa’i menggugah hati jemaah.

Dalam khutbahnya H. Rifa’i juga mengingatkan kehadiran di Padang Arafah ditengah cuaca panas ini adalah gambran kecil bagaimana manusia ini sama dihadapan Allah SWT. Tak ada perbedaan status sosial, status ekonomi, pangkat dan jabatan tidak disebutkan disini, yang ada hanyalah muslim dan hamba yang mengharap ridha dan memohon ampunannya.

BACA JUGA  10 Pelaku Tambang Ilegal Kembali Diamankan di Solok Selatan

“Hari Arafah adalah hari terbaik untuk berdoa, di mana Allah SWT membanggakan jemaah haji yang berkumpul di hadapan malaikat,” tukuk H. Rifa’i

Diakhir khutbahnya, putra Taluak Dalam Alahan Panjang yang pernah meraih prediket Kepala KUA Teladan tahun 2012 lalu mengajak jemaah untuk menjaga dan mengamalkan wasiat Rasulullah, dengan menjaga kehormatan, berbuat baik, melindungi kaum wanita, dan menjaga persatuan umat.

Usai khutbah, jemaah akan berdiam diri hingga matahari tergelincir. Kesempatan ini akan digunakan oleh jemaah untuk berdoa, berzikir dan membaca Al Qur’an.

02609 haji 2026 wukuf arafah c
Jemaah memanfaatkan kesempatan wukuf dengan membaca Al Qur’an, Doa dan Zikir

Karena cuaca panas, jemaah hanya melakukannya didalam tenda. Untuk yang tendanya dekat dengan Jabal Rahmah ada yang menjadikan bukit bersejarah Nabi Adam AS dan Siti Hawa tersebut sebagai tempat wukuf. Khusus untuk jemaah Kloter 9 dan Indonesia umumnya dilarang untuk naik ke Jabal Rahmah karena cuaca yang cukup panas. Nova | Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News