Mkkah, SuhaNews | Drs. H. Rifa’i, M.Pd.I, mubaligh di Kabupaten dan Kota Solok yang juga kepala KUA Kubung memberikan kajian ilmu pada jemaah kloter 9 PDG di Hidayah Tower yang terletak di wilayah Aziziyah kota Makkah, Jumat (15/5).
Kajian ilmu ini sendiri dilegar sebagai upaya mengisi kegiatan jemaah haji menjelang keberangkatan menuju Arafah Muzdalifah dan Mina (Armuzna) yang merupakan puncak dari Ibadah Haji itu sendiri.
Mengawali kajiannya, peraih Kepala KUA Teladan Sumatera Barat tahun 2012 ini menerangkan tentang ibadah yang akan dilakukan di Arafah yang merupakan puncak ibadah haji, yang dimulai dengan berpakaian ihram kemudian mendengarkan khutbah wukuf dam berdiam diri sembari berdoa, berdzikir. kajian kajian kajian kajian kajian kajian
“Meski posisi kita sekarang berdekatan dengan Mina, bahkan kemarin dalam perjalanan dari Madinah kemarin kita telah melewati Mina, terlebih dahulu kita akan ke Arafah sesuai urutannya,” ujar H. Rifa’i.
Jemaah akan berangkat menuju Arafah pada 8 Zulhijah menggunakan bus yang sudah disediakan oleh Kementerian Haji dan Umrah dengan jawal yang menyesuaikan, hal ini karena semua jemaah haji dari seluruh dunia yang saat ini berkumpul di Makkah kan bergerak memasuki Arafah. Jemaah hanya perlu membawa bekal secukupnya dan pakaian, karena disana telah disesikan tenda lengkap dengan kasur.
“Adapun tatacara wukuf adalah mendengarkan khutbah, solat jamak taqdim Zuhur dan Ashar, kemudian wukuf secara sendiri atau berjemaah dengan memohon ampunan, dan doa-doa sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Saat melaksanakan wukuf, diperbolehkan dalam kondisi tidak suci dari hadats besar, seperti wanita yang sedang haid atau nifas. Mensafariwukufkan juga diperbolehkan untuk jamaah yang sedang dalam keadaan tidak sehat.” tukuk H. Rifa’i.
Saat melaksanakan wukuf di Arafah, jamaah haji disunnahkan untuk banyak berdoa dan berzikir. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:
Rasulullah SAW bersabda, “Doa paling utama ialah doa hari Arafah,” (HR Malik).
Adapun doa yang sering dibaca oleh Rasulullah SAW ketika wukuf di Arafah adalah sebagai berikut, dikutip dari NU Online.
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ اللَّهُمَّ اجْعَلْ فِي سَمْعِي نُورًا وَفِي بَصَرِي نُورًا وَفِي قَلْبِي نُورًا اللَّهُمَّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَسَاوِسِ الصَّدْرِ وَمِنْ سَيِّئَاتِ الْأُمُورِ وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا يَلِجُ فِي اللَّيْلِ وَشَرِّ مَا يَلِجُ فِي النَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ مَا تَهُبُّ بِهِ الرِّيَاحُ، وَشَرِّ بَوَائِقِ الدَّهْرِ
Artinya: Tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan tidak ada sekutu bagi-Nya. Dia memiliki kekuasaan dan berhak atas setiap pujian.
Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wahai Tuhanku, jadikanlah pendengaranku, penglihatanku, dan hatiku bercahaya. Lapangkanlah dadaku dan mudahkanlah urusanku. Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan hati, perkara yang buruk, dan dari azab kubur.
Aku juga berlindung dari kejahatan yang datang di malam hari dan siang hari. Aku berlindung dari kejahatan yang dibawa angin dan kejelekan zaman.
Kemudian, jamaah haji juga dianjurkan untuk membaca surah Al Hasyr sebanyak-banyaknya. Adapun zikir yang bisa dipanjatkan seperti istighfar hingga menyebut asmaul husna sebanyak-banyaknya.
Setelah selesai Wukuf, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah untuk melakukan Mabit / bermalam dan tidur di alam terbuka. di Muzdalifah juga jemaah akan mengumpulkan kerikil yang akan digunakan saat melontar jumrah di Mina nanti.
“Selama mabit ini, jemaah dapoat mengsi waktu dengan berzikir dan berdoa, sedangkan untuk jemaah Lansia dan resti akan dilakukan murur (tetap di dalam bus untuk megurasi resiko bagi mereka” jelas H. Rifa’i.
Setelah dari Muzdalifah, dilanjutkan dengan melontar Jumrah di Mina. Ada tiga melontar yakni, melontar Jumrah Aqabah pada 10 Zulhijah, diikuti tahallul (mencukur rambut), kemudian bermalam di Mina selama hari Tasyrik yang disertai dengan tiga jumrah (Ula, Wusta, Aqabah).
Setelah menyelesaikan seluruh rangaian di rmuzna, jemaah akan kembali ke Makkah untuk melakukan Sa’i yaitu berjalan mulai dari bukit Safa ke bukit Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Perjalanan dimulai dari Bukit Shafa dan diakhiri di Bukit Marwah. Ibadah ini mengenang perjuangan Hajar, ibu Isma’il, dalam mencari air di padang pasir. Para jemaah yang melakukan Sai disunnahkan untuk suci dari hadas kecil dan hadas besar.

Setelah menyelesaikan Sai, rukun haji yang harus dilakukan selanjutnya adalah tahallul atau memotong rambut. Tak sekadar memotong rambut, tahallul menjadi tanda selesainya rangkaian ibadah haji. Ini dilakukan dengan mencukur rambut hingga gundul atau memotong sebagian rambut. Umumnya tahallul dilakukan minimal setelah lewat dari tanggal 10 Dzulhijjah.
“Semoga dengan mengulang-ulang kembali ilmu manasik yang telah sering disampaikan, menambah kesiapan kita secara spritual menghadapi puncak ibadah haji yang tinggal beberapa hari lagi, mari kita berdoa, agar semuanya diberika kekuatan dan kesehatan mengerjakannya hingga selesai,” tutup H. Rifa’i. Nova | Fendi
Berita Terkait :
- Di Hari Jumat, Terminal dan Layanan Bus Shalawat Terhenti Pukul 08.00 WAS
- Kemenhaj Bukittinggi Terima Air Zam-zam Jemaah Haji
- Tawaf Qudum, Jawaban Akan Kerinduan pada Baitullah
- Naik Bus Shalawat No. 14, Jemaah Haji Solok Selesaikan Umrah Wajib
- Lewati 3 Pemeriksaan dan Melintas di Mina, Jemaah Kloter PDG 9 Sampai di Makkah
- Miqat di Bir Ali, Jemaah Kloter 9 PDG Nikmati Perjalanan Religi Madinah – Makkah
- Kenangan di Madinah, Bertemu Dunsanak dari Alahan Panjang Yang Menetap di Kota Nabi
- Hari Terakhir Jemaah Haji Solok di Madinah Suhu Capai 41 Derajat
- Besok Menuju Makkah, Jemaah Haji Kloter 9 PDG Matangkan Manasik Umrah
- Jemaah Kloter 14 PDG Terima Uang Saku 100 Riyal dari Andre Rosiade
- 14 Kloter Telah Berangkat, Imigrasi Segel Bus Nyaman Holiday dan KYM Trans Yang Layani Jemaah Haji
- Solat Jumat di Masjid Nabawi, Jemaah Haji Solok Hadir Sejak Pukul 10



Facebook Comments