Koto Baru, SuhaNews | Memanfaatkan momen Matahari Berada Tepat Diatas Ka’bah, MTsN 2 Solok menggelar Rashdul Kiblat yang dipandu oleh Rizki Nofrizal, SHI, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Kubung, Kamis (16/7) sore di madrasah tersebut.
Kegiatan yang diikuti oleh siswa yang terdiri dari Pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) ini didampingi oleh Kepala MTsN 2 Solok yang diwakili oleh Wakil Kepala Sarana dan Prasarana Yulil Putra serta guru mata pelajaran Fiqih, Martaleni, S.Ag.
Yulil Putra yang mewakili kepala MTsN 2 Solok dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan hari ini merupakan salah satu omen menunjukan implementasi ilmu falaq kepada para siswa, bahwa dalam Islam ibadah itu dilaksanakan berdasarkan ilmu. Termasuk menentukan arah kiblat tidak hanya berdasarkan rekaan arah mata angin saja. Tetapi juga ada sistim dan perhitungan astronominya.
Rizki Nofrizal sebelum kegiatan berlangusng menjelaskan, pengukiran arah kiblat dengan menggunakan teknik bayangan saat matahari berada tepat diatas Ka’bah adalah metode yang diuraikan dalam ilmu Falaq, sama halnya dengan penentuan awal bulan dengan melihat hilal. Namun untuk Rashdul Kiblat ini dapat dilakukan dengan alat sederhana menggunakan benda tegak lurus yang kemudian mengamati arah bayangannya dan diikuti sebagai arah kiblat dari posisi kita menghadap Ka’bah.
“Selain alat sederhana dengan teknik bayangan ini, ada juga teknik lain menggunakan kompas, teodolit dan peralatan lain yang lebih canggih, termasuk memanfatkan smartphone,” terang Rizki.
baca juga :
- DEWA : Indonesia Berkiblat untuk Ibadah Yang Lebih Sempurna
- Rashdul Kiblat di Kubung, Penyuluh Agama Dampingi Pengurus Masjid di Salayo dan Koto Baru
- Matahari Tepat Diatas Ka’bah, Hari Ini Kesempatan Sempurnakan Arah Kiblat
- DEWA : Indonesia Berkiblat, Mari Sempurnakan Ibadah Kita
Namun semua itu memiliki kelebihan dan kekurangannya. Terutama tidak semua orang bisa melakukan karena keterbatasan sarana dan peralatan pendukung.
“Untuk kompas misalnya, dipengaruhi oleh medan magnet. Begitu juga teodolit yang jumlahnya terbatas dan hanya dimiliki oleh beberapa instansi apalagi teropong dan lensa yang lebih canggih tentu lebih terbatas lagi. Maka teknik bayangan sudah diajarkan sejak Rasulullah SAW namun hanya bisa dilakukan empat hari dalam setahun,” ulas Rizki.
Adapun momen empat hari dalam setahun ini adalah dua hari di bulan mei dan dua hari di bulan Juli. siswa siswa siswa siswa siswa
“Melalui kesempatan ini kami berharap para siswa MTsN 2 Solok kedepannya jadi pelopor penyempurnaan ibadah ditengah masyarakat dengan arah kiblat yang tepat,” sampai Rizki.
Usai dilakukan pengukuran di halaman musala MTsN 2 Solok, dilanjutkan dengan implementasi di dalam musala yang hasilnya terjadi pergeseran sebesar enam derajat. Fendi
Berita Terkait :
- “Baraja Mamakai Lilik” Serunya Matamuda di MTsN 2 Solok
- MATAMUDA, Kegiatan Awal 284 Murid Baru MTsN 2 Solok
- Logo Baru MTsN 2 Solok Diresmikan Kakan Kemenag Dedi Wandra
- Pengurus OSIM MTsN 2 Solok Dikukuhkan, Zikra Ucapkan Terima Kasih
- Kaderisasi Kepemimpinan, MTsN 2 Solok gelar Pemilu OSIM
- Gelar CoJ XII, MTsN 2 Solok Sebarkan Semangat Ekoteologi Kemenag Berdampak
- Kemenag Berdampak, MTsN 2 Solok Berbagi dengan Warga Sekitar Madrasah
- Di MTsN 2 Solok, Kakan Kemenag Bahas Rahmatan Lil Alamin
- Pesantren Ramadhan MTsN 2 Solok, Wujud Pendidikan Unggul Terintegrasi
- Tarhib Ramadhan di MTsN 2 Solok Dzikir dan Muhasabah Bersama Buya Mahyuzil



Facebook Comments