Air Mata di Arafah, Khutbah BMW Ajak Jemaah Muhasabah Diri

Arafah, SuhaNews – Belum hilang rasa haru dapat menginjakan kaki di Arafah, seruan Buya Mansur Wahid (BMW) dalam khutbah wukuf, Selasa (27/6) siang cukup menguras emosi Jemaah Haji kloter 14 Embarkasi Padang yang berasal dari Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Sawahlunto dan kota Padang.
0258 bmw khatib a
Buya Mansur Wahid (BMW) saat menyampaikan khutbah Wukuf di Maktab 56

Dalam khutbahnya putra nagari Garabak kecamatan Tigo Lurah ini mengajak jemaah untuk bersyukur memiliki kesempatan menjejakan kaki di Arafah, tempat bersejarah sejak Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.

“Tak semua umat muslim bisa sampai kesini, kita yang hadir adalah orang terpilih, maka manfaatkanlah kesempatan ini untuk merenung, sudahkah rahmat yang Allah berikan kita balas dengan rasa syukur dan mematuhi semua perintahnyà,” ujar BMW.

Air Mata di Arafah, Khutbah BMW Ajak Jemaah Muhasabah Diri

Dalam khutbahnya, Buya Mansur Wahid mengajak para jemaah untuk menggunakan kesempatan wukuf ini dengan memperbanyak istighfar meminta ampunan atas kesalahan yang pernah dibuat, larangan Allah yang pernah dilanggar serta berzikir mengagungkan kebesaran Allah SWT.

 

“Tanah tempat kita menjejakan kaki hari ini, adalah saksi perjaungan baginda Rasulullah menegakan ajaran Islam, menguras air mata dan keringat yang tak jarang dinodai darah, maka sudah sepantasnya saat berada di tanah kelahiran beliau kita lafazkan shalawat untuk beliau,” ajak Buya Mansur.

Tak lupa Buya yang menempuh pendidikan di pondok pesantren Jaho Padang Panjang ini mengajak jemaah untuk berdoa bermunajat pada Allah untuk diri, keluarga, kerabat agar kedepannya menjadi pribadi yang lebih baik serta kehidupan yang baik di dunia dan akhirat.

Dalam khutbah kedua Buya Mansur menjagak jemaah untuk menjadikan waktu hingga matahari tergelincir nanti sebagai ajang muhasabah diri, menyesali kesalahan dan berjanji untuk tidak mengulangi.

“Semoga kehadiran kita disini, renungan kita hari hari, munajat kita hari ini, dan lelah serta keringat yang mengucur di Arafah ini menjadikan kita pribadi yang lebih baik kedepannya,” BMW menutup khutbahnya.

Usai mendengarkan khutbah, jemaah diberi kesempatan untuk berdoa dan berzikir hingga matahari tergelincir yang merupakan bagian dari Wukuf setekah khutbah dan salat.

Meski suhu di Arafah masih dikisaran 45 – 47 derjat celcius tak kurangi khusu’nya jemaah berdoa dan berzikir. Tak jarang isak terdengar disela lafaz zikir yang mengalir di bibir.

Tangan menyeka air mata sambil berdoa sudah jadi pemandangan biasa saat wukuf, tak ada saling mengomentari, semua jemaah larut dalam doa. Selain di tenda, jemaah menyebar di area Arafah mencari tempat ternyaman untuk berdoa dan memohon ampunan Sang Pencipta. Dewi | Dodi | Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News