Angin Kencang Robohkan Rumah Gadang di Koto Laweh Lembang Jaya Kab.Solok

Angin Kencang Robohkan Rumah Gadang di Koto Laweh Lembang Jaya Kab.Solok
Lembang Jaya, SuhaNews. Angin kencang yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Solok sejak Kamis malam hingga Jumat (1/10) dini hari membuat satu rumah gadang roboh dan atap rumah lainnya juga diterbangkan angin di kecamatan Lembang Jaya.

Selain atap rumah, ada juga pohon tumbang maupun patah yang menutup jalan dan mengenai bangunan. Namun demikian hingga berita ini ditulis tidak ada laporan korban jiwa.

Di nagari Koto Laweh ada satu unit rumah gadang yang berada di Taratak baru tepatnya didepan rumah nenek wakil bupati Solok Jon Firman Pandu,SH roboh seketika akibat amukan angin ribut yang tidak henti hentinya mulai dari Kamis malam sampai Jumat pagi (01/10).

Salah seorang warga bernama Junaidi.M (53) menuturkan bahwa angin kencang yang menghancurkan sebagian bangunan tersebut dimulai sekitar jam 2 malam dan tak henti hentinya sampai saat ini.

“Pada paginya, sejumlah atap warga berhamburan, pohon -pohon bertumbangan, kabel listrik ada yang lepas hal ini sangat membahayakan warga yang akan lewat, Kejadian itu merata mulai dari Kubang Rabah,Rawang abu, mandahiliang Tarata baru, hingga ke lurah jalin”,pungkas Junaidi kepada Suhanews.

Sementara Sejumlah daerah di Sumatera Barat dilanda angin kencang, hingga mengakibatkan terjadinya banyak pohon tumbang dalam beberapa hari terakhir.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau menganalisis, angin kencang terjadi akibat pola gangguan cuaca yaitu gelombang rossby ekuatorial yang saat ini aktif di perairan dekat Sumatera.

Hal itu ditandai dengan adanya pola sistem tekanan rendah ganda di sekitar utara dan selatan ekuator. Potensi angin kencang ini memiliki kecepatan 34 knot atau 60 kilo meter per jam.

“Adanya dua sistem tekanan rendah ini mengakibatkan terjadinya penyempitan lorong udara yang bergerak dari timur ke barat,” kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Minangkabau, Yudha Nugraha.

BACA JUGA  Kabupaten Solok: 16 dari 35 Warga Konfirmasi Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Akibatnya, jelas Yudha terjadi peningkatan gerak dari massa udara atau angin. Hal inilah yang menjadi penyebab angin menjadi lebih kencang hampir di sebagian Sumbar.

“Fenomena tersebut bersifat luas dan cukup lama,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemodelan cuaca, pihaknya menganalisis masih terdapat potensi terjadinya angin kencang diikuti dengan hujan intensitas ringan-sedang.

“Diperkirakan masih terjadi hingga akhir pekan ini,” kata Yudha. DEdi |Moentjak

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaKPK Sosialiasikan Program Pencegahan Korupsi Terintegrasi di DPRD Kab Solok
Artikel berikutnyaDiikuti 39 Peserta, Bupati Agam Buka Audisi Pemilihan Uda Uni 2021