Solok, SuhaNews – Pemerintah Kabupaten Solok menerima kunjungan tim asesor Sekolah Literasi Indonesia untuk melihat Program Pelita 6 TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis – Hj. Syamsiar Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, Jumat (6/2/2026) di Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Solok di Koto Baru.
Tim ini disambut oleh Sekretaris Daerah Medison, Bunda Literasi Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Eko Gunanto, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Elafki, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Hendriyanto, Camat X Koto Diatas, serta penggiat literasi dari TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis.
Baca juga: TBM H. Abdoel Moeis, Nagari Paninjauan Juara II Nasional Tahun 2025
Bunda Literasi Kabupaten Solok, Nia Jon Firman Pandu, menyampaikan apresiasi atas capaian TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis yang berhasil menembus nominasi tingkat nasional di tengah tantangan rendahnya minat baca masyarakat.
“Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Solok karena muncul dari gerakan masyarakat di tengah derasnya pengaruh digitalisasi,” ujar Nia Jon Firman Pandu.
Di tengah era digital saat ini, jelas Nia Jon Firman Pandu, TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis mampu menembus nominasi nasional. Ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Solok dan menunjukkan bahwa gerakan literasi masyarakat masih kuat.
Nia Jon Firman Pandu menyoroti penggunaan Android dan teknologi digital yang mempengaruhi minat baca anak-anak. Penggunaan gawai dalam kegiatan sekolah perlu dikaji kembali, terutama pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama.
“Digitalisasi tentu kita dukung, tetapi penggunaan Android yang tidak terkontrol bisa berdampak pada menurunnya minat baca anak-anak. Bahkan tugas sekolah sekarang banyak yang langsung diarahkan mencari di Google,” katanya.
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison menyampaikan apresiasi kepada pengelola TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis yang dinilai mampu menggerakkan literasi secara swadaya.
“Salah satu tim penilai dari Jakarta menyampaikan bahwa hal yang membuat mereka terkesan adalah adanya masyarakat yang secara swadaya membangun taman bacaan, menyediakan tempat, dan menggerakkan literasi dengan sumber daya sendiri,” kata Medison.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi inspirasi bagi pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan budaya membaca di tengah masyarakat.
“Hari ini mungkin baru satu taman bacaan yang menonjol, tetapi kita berharap ke depan akan muncul TBM-TBM lain di Kabupaten Solok yang lahir dari inisiatif masyarakat,” ujar Medison.
Medison menambahkan, berdasarkan hasil survei Universitas Gadjah Mada (UGM), Sumatera Barat masuk dalam tujuh besar provinsi dengan tingkat kegemaran membaca tertinggi di Indonesia.
“Ini menjadi motivasi bagi kita untuk terus memperkuat gerakan literasi, terutama bagi generasi muda di Kabupaten Solok,” katanya.
Melalui asesmen tersebut, diharapkan TBM Taman Ilmu Abdoel Moeis dapat terus berkembang sekaligus menjadi pemantik lahirnya gerakan literasi baru di berbagai nagari di Kabupaten Solok. Wewe
Baca juga: Bupati Solok Kukuhkan Ny. Nia Jon Firman Pandu sebagai Bunda Literasi



Facebook Comments