Bajak Gratis di Tanah Datar, Bisa Didapatkan Dengan DTKS dan Simluhtan

Batusangkar, Suhanews.co.id – Selepas dilaunching beberapa waktu lalu, masyarakat sempat ragu terhadap pelaksanaan Progam Bajak Gratis di Tanah Datar apalagi masyarakat yang tidak terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan Sistem Informasi Penyuluhan Pertanian (Simluhtan).

Menanggapi hal itu, kepada Suhanews.co.id, kemarin mengatakan, masyarakat yang belum terdaftar di DTKS dan Simluhtan tetap bisa menikmati layanan bajak gratis.

 

Diterangkan Sri, dalam layanan Program Bajak Gratis terdapat tiga pola, Pertama, Peminjaman Alat Mesin Pertanian atau Alsintan oleh Brigade, dimana seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah daerah, Kedua, Pemberdayaan Alsintan kelompok tani, dimana Alsintan disediakan kelompok tani dan untuk biaya seluruh biaya ditanggung Pemerintah Daerah, dan Ketiga, peminjaman Alsintan Brigade yaitu Alsintan dipinjamkan atau disediakan Pemerintah Daerah sedangkan biaya ditanggung kelompok tani.

“Memang, kita prioritaskan masyarakat yang terdata dalam DTKS dan Simluhtan, namun bagi masyarakat yang tidak masuk data itu bisa memakai pola ketiga, dimana mesin atau Alsintan disediakan Pemerintah Daerah, sedangkan biaya ditanggung kelompok tani,” sampainya.

Dikatakan Sri, untuk lebih jelasnya masyarakat diharapkan untuk mencari informasi kepada Pemerintah Nagari, Penyuluh Pertanian ataupun Brigade Alsintan yang tersebar 1 orang per kecamatan.

Bajak Gratis di Tanah Datar, Bisa Didapatkan Dengan DTKS dan Simluhtan 1
Plt. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar, Sri Mulayani

“Ini program baru dan pertama di Indonesia, Pemkab Tanah Datar berharap program ini dinikmati masyarakat petani di Tanah Datar secara menyeluruh,” ujarnya.

Diketahui Sampai hari Jum’at (28/5/2022) dari 4.200 hektar lahan yang disediakan di tahun anggaran 2022 untuk di Bajak Gratis, baru 99,57 hektar atau 2,37% capaian dengan 393 permohonan dan Kecamatan Tanjung Baru terbanyak telah melaksanakan Bajak Gratis seluas 19,17 Hektar.

Dikatakan Sri, ke depan untuk mendukung kemajuan sektor pertanian, Pemerintah Daerah juga membentuk Petani Milenial Andalan sebagai wadah untuk generasi muda Tanah Datar yang peduli pertanian sharing dan transfer ilmu maupun inovasi pertanian pada lingkungan sekitarnya.

BACA JUGA  Kopi Sakarek, Jembatan Komunikasi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar

“Program ini dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang sudah terstruktur dan di Tanah Datar saat ini sudah beranggotakan 153 orang dan diperkirakan bertambah, karena sebagian dari mereka sebelumnya juga sudah tergabung dalam kelompok tani di daerahnya, di harapkan mereka ini mampu melaksanakan inovasi pertanian bagi lingkungan sekitar nantinya,” tukas Sri. (dajim)

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...
Artikulli paraprakBupati Solok Serahkan SK Pengangkatan CPNS dan P3K
Artikulli tjetërBupati: Program Keluarga Harapan Harus Tepat Sasaran