Bangun Pondok Pesantren, Wabup Tanah Datar Apresiasi Goro Masyarakat

221
pesantren
Lintau Buo, SuhaNews – Wakil Bupati Tanah Datar Zuldafri Darma mengapresiasi kegiatan gotong royong yang dilaksanakan Pondok Pesantren Bustanul Muhaqiqin jorong Tigo Tumpuak, Nagari Taluak kecamatan Lintau Buo, Minggu (7/6) malam.

“Luar biasa semangat gotong royong masyarakat di sini, yang melaksanakan gotong royong pada malam hari,” ujar Zuldafri Darma.

Gotong royong ini dapat meningkatkan silaturahmi dan kebersamaan masyarakat. Masyarakat masih meresapi dan menghargai budaya gotong royong di era yang lebih cenderung individualis dan kurang peduli lingkungan saat ini.

“Melalui gotong royong mari kita tumbuhkembangkan rasa kebersamaan,” jelas Zuldafri Darma.

Dengan gotong royong ini, jelas Wabup, akan meringankan beban pekerjaan dan biaya yang ditimbulkan sehingga apa yang akan dibuat bisa dikerjakan.

“Bisa membangun sebuah pondok pesantren dengan swadaya masyarakat, ini luar biasa” jelas wabup.

Budaya gotong royong badunsanak ini, jelas Wabup, harus dipertahankan di tengah-tengah trend kehidupan yang mengarah individualis dan materialistis.

“Kebersamaan adalah kunci dari kemajuan dalam meraih kesuksesan,” ujar Zuldafri Darma memberi motivasi.

Seberapa besar, berat dan banyak pekerjaan yang dihadapi, jelas Zuldafri Darma, dengan kebersamaan dan gotong royong akan menjadi ringan,  basamo mangko manjadi.

“Pemerintah Daerah berusaha membantu Pontren ini setelah syarat administrasinya diselesaikan dan yayasan yang mengelola sudah berbadan hukum,”  jelas Zuldafri Darma.

Sementara Walinagari Taluk Pendi Aswir, juga mengapresiasi masyarakat yang suka rela melaksanakan goro pada malam hari.  Ia juga berharap pemerintah daerah mendukung berdirinya pesantren di nagari ini.

“Pesantren Bustanul Muhaqiqin ini dibangun secara swadaya oleh masyarakat yang ada di rantau dan kampung,” jelas Pendi Aswir.

Sementara itu, pimpinan pondok pesantren Syaiful Anwar menyampaikan ucapan terima kasih atas keikutsertaan wakil bupati gotong royong walaupun dilaksanakan pada malam hari.

“Gotong royong dilaksanakan pada malam hari karena  pada siang hari masyarakat bekerja,” ujar Syaiful.

Berdirinya pesantren ini, papar Syaiful, karena keprihatin perantau dan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan di tengah-tengah kemajuan teknologi. Semuanya berkeinginan membangun pesantren.

“Alhamdulillah berkat swadaya dan semangat dari masyarakat bisa dibangun pondok pesantren ini,” jelas Syaiful.

Pada tahun ajaran 2020/2021 ini, jelasnya, sudah mendaftar 26 santri/santriwan. Proses belajar mengajar sudah bisa dilakukan pada dua lokal yang sudah dimiliki. Sementara tenaga pengajar juga sudah ada 6 orang.

Reporter: Dajim     Editor: Wewe

Baca Juga:

Facebook Comments

loading...