Lubuk Basung, SuhaNews– Bupati Agam, Dr. Andri Warman memberikan perhatian khusus dalam pengembangan pendidikan di Kabupaten Agam.Â
“Kita akan mengembangkan tiga sektor pendidikan untuk masyarakat Agam dalam mewujudkan generasi yang berkualitas ke depannya,” ujar Andri Warman didampingi Wabup Irwan Fikri.
Bupati yang akrab disapa AWR ini menceritakan pengalamannya dalam menempuh pendidikan, mulai tingkat TK hingga ia meraih gelar doktor.
Baca juga:Â Bupati Agam: Dari Indra Catri ke Andri Warman, Pergantian Antar Doktor
“Sejak TK sampai SMA, saya menjalani pendidikan di sekolah negeri, sedangkan perguruan tinggi menempuh pendidikan di swasta,” jelas AWR.
AWR merasakan kekurangan di dunia pendidikan bidang Agama, karena dari awal ia tidak bersekolah di madrasah.
“Kekurangan di bidang pendidikan Agama, bisa diisi dengan kursus atau ekstrakurikuler. Program pemerintah pusat tidak dilanggar, tapi di Agam ditambah tiga kurikulum yang akan menunjang pendidikan generasi ke depan,” ujar Andri Warman.
Tiga sektor pendidikan itu seperti pendidikan bidang Agama, bidang adat istiadat, dan bahasa internasional yakni bahasa inggris perlu mendapat perhatian khusus.
Di bidang Agama, kata AWR, bagi anak yang berbakat diarahkan masuk rumah tahfizh, karena ia melihat potensi itu ada di Agam yang dilihat dari semangat generasi.
“Anak-anak yang baru tamat SD dan SMP, sudah banyak yang hafal Al-Qur’an 30 juz, sehingga ini perlu lebih dikembangkan,” katanya sebagaimana dirilis AMCNews.co.id.
Sedangkan bidang adat istiadat, diyakininya banyak generasi saat ini yang tidak mendalami adat istiadat di Minangkabau, diantaranya masalah petatah petitih. Meski ada, menurutnya masih di bawah standar.
“Sehingga ini menjadi target kita untuk membekali generasi dengan pengetahuan adat istiadat, supaya budaya Minangkabau ini tetap lestari di tengah masyarakat,” tutur AWR.
Sementara itu, bidang bahasa internasional menjadi target pengembangan karena menurutnya banyak masyarakat Agam yang berkeinginan jadi dokter, insinyur dan lainnya, sehingga perlu didukung dengan pembekalan bahasa Inggris.
Jika di Lawang ada Kampung Inggris, maka ke depan diharapkannya Kampung Inggris itu ada di setiap kecamatan atau nagari, serta dekat dengan sekolah yang ada.

Tidak hanya itu, AWR juga merencanakan tahun ini ada program beasiswa dari Pemkab Agam untuk anak yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Program ini dengan syarat anak yang diberikan beasiswa berasal dari keluarga kurang mampu, berprestasi dan anak yatim atau piatu.
“Sekitar 50-100 orang kita kuliahkan di perguruan tinggi ternama, saya yakin dengan syarat itu mereka akan mendapatkan program bidik misi. Selain uang kuliah gratis, juga diberi uang saku dan kita hanya bayar biaya kebutuhannya sehari-hari. Saya tahu itu karena saya juga seorang dosen,” tukasnya.



Facebook Comments