Bupati Solok Hadiri Acara Malewakan Gala Pusako Suku Panyalai Nagari Paninggahan

bupati
Paninggahan, SuhaNews – Bupati Solok Epyardi Asda menghadiri acara Malewakan Gala Pusako Dt. Rajo Mulia dalam Suku Panyalai Nagari Paninggahan, Kecamatan Junjung Sirih, Sabtu (18/09/21) di rumah gadang suku Panyalai.

Bupati Solok disambut oleh Camat Junjung Sirih Herman, Walinagari Paninggahan Yoserizal, para niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, bundo kanduang, anggota DPRD Nazar Bakri, dan Forkompimcam Junjung Sirih serta masyarakat setempat.

Baca juga: Danlantamal II Padang, Hargianto Dilewakan Sebagai Datuak Bagindo Malano Nan Hitam

“Nagari Paninggahan terdiri dari 70 kaum dan 5 suku (Koto, Guci, Pisang, Panyalai, dan Jambak). 50% kaum sudah mempunyai pimpinan,” ujar Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Paninggahan, Dt. Rajo Dihulu

Saat ini, jelas Dt. Rajo Dihulu,  Nagari Paninggahan tidak mempunyai Kantor Kerapatan Adat Nagari yang representatif karena berada tepat di pinggir jalan. Hal ini mengakibatkan para niniak mamak sudah tidak bisa lagi mengadakan sidang, musyawarah, maupun rapat adat.

“Selama ini kegiatan rapat ninik mamak dilaksanakan dari satu rumah gadang ke rumah gadang lainnya,” jelas Dt. Rajo Dihulu.

Hasil keputusan rapat bersama antara masyarakat dan niniak mamak pada tanggal 12 September 2021, jelas Dt. Rajo Dihulu, berencana membangun Kantor KAN di Jorong Parumahan dengan luas 640 m2.

“Kami berharap, pemerintah daerah dapat memberikan solusi maupun sumbangan. Sementara dana yang telah terkumpul dari hasil sumbangan masyarakat dan perantau RP108 juta,” jelas Dt. Rajo Dihulu

Dana untuk pembebasan lahan untuk lokasi pembangunan Kantor KAN tersebut diperkirakan mencapai Rp320 Juta.

Bupati Epyardi Asda memberikan ucapan selamat kepada angku Mansyah yang telah dilewakan gala pusako Dt. Rajo Mulia Suku Panyalai dalam Nagari Paninggahan.

BACA JUGA  Usai Deklarasi, Bupati Solok H. Gusmal Mendaftar ke Koaliasi Poros Baru

“Kita berupaya memberikan solusi dan membantu pembangunan Kantor KAN Paninggahan sebesar Rp200 juta pada tahun 2022,” ujar Epyardi Asda.

Saya sangat prihatin, papar Bupati, dengan tidak adanya balai-balai adat di Nagari Paninggahan. Pemerintah siap membantu dengan syarat tanahnya sudah ada. Tanah tersebut harus atas nama pemerintah nagari, kemudian diusulkan program nagari dengan pembangunan rumah adat.

”Bupati tidak akan dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan visi misi menjadikan Kabupaten Solok terbaik di Sumbar karena itu mari kita bersama membangun nagari dan Kabupaten Solok ini,” ajak Epyardi Asda.

Dalam waktu dekat, jelas Bupati, ia akan mengundang Walinagari BPN dan tokoh masyarakat untuk bermusyawarah dan membawa usulan yang dibutuhkan oleh masyarakat di nagari. (*)

Baca juga: Kini, Ketua MK RI Bergelar Datuak Rajo Alam Batuah di Suku Caniago Pasia Laweh

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaCovid-19 Kabupaten Solok: Warga Sembuh Bertambah, 53 Warga Karantina Mandiri
Artikel berikutnyaPolres Agam Gelar Operasi Patuh Singgalang 2021 Mulai 20 September