Bupati Solok Saksikan Pemusnahan Arsip Depo

solok
Bupati Solok ikut memusnahkan arsip depo
Arosuka, SuhaNews – Bupati Solok menyaksikan pemusnahan arsip depo berdasarkan hasil penilaian panitia arsip urusan keunganan, yang sudah memenuhi persyaratan untuk dimusnahkan sesuai dengan jadwal retensi arsip (JRA) di bawah 10 tahun pada sekretariat daerah, Rabu (2/9/2020) di Depo Arsip Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Koto Baru.

Selain dihadiri oleh Bupati Solok H. Gusmal, pemusnahan arsip ini juga disaksikan oleh Sekdakab Solok Aswirman, Kadis Perpustakaan Nofiarman, SKPD terkait, dan Kabag Humas Syofiar Syam.

Bupati Solok dalam sambutannya mengatakan bahwa sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan dalam pasal 50 pemindahan Arsip inaktif dari unit pengelola ke unit kearsipan sebagaimana dimaksud dalam pasal 51 ayat (1) pemusnahan Arsip dimaksud dalam pasal 49 huruf b di lakukan terhadap arsip yang tidak memiliki nilai guna, telah habis retensinya dan keterangan di musnahkan berdasarkan JRA.

“Tidak ada peraturan perundang-undangan yang melarang dan tidak berkaitan dengan penyelesaian proses suatu perkara,” kata Gusmal.

Sementara Ayat  (2) mengatakan  pemusnahan Arsip sebagaimana di maksud pada ayat (1) wajib dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang benar dan pada ayat (3) pemusnahan Arsip sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) pada pecipta arsip merupakan tanggung jawab pimpinan pecipta arsip yang bersangkutan.

“Kita mengapresiasi kegiatan pemusnahan arsip di depo arsip oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan,” jelas Gusmal.

Hasil penilaian panitia arsip urusan keuangan di lingkungan sekretariat daerah Kab. Solok, jelas Gusmal, arsip yang dimusnahkan dilaksanakan dengan cara pencacahan atau pembakaran dengan jumlah sebanyak 319 jenis arsip dengan jumlah 1.1811 exemplar. Sedangkan daftar jumlah arsip permanen yang ditemukan dari hasil penilaian unsur keuangan pada sekretariat daerah sebanyak 503 jenis arsip.

“Saya minta kepada seluruh SKPD untuk melaksanakan penyusutan arsip,” pinta Gusmal.

Mengacu pada Peraturan Bupati Solok nomor 36 tahun 2018 tentang Jadwal Retensi Arsip fasilitatif dan subtantif pemerintah Kab. solok, tambah Gusmal, waktu penyimpanan arsip aktif  inaktif  keterangan yang berisi dimusnahkan atau dipermanenkan dan dipergunakan sebagai pedoman penyusutan dan penyelamatan arsip.

Sementara Sekda Aswirman mengatakan bahwa untuk melakukan pendataan dan penataan arsip berpedoman kepada JRA di unit kearsipan. Kemudian memberikan penilaian terhadap arsip yang berada pada unit kearsipan yang bertujuan untuk mendapatkan arsip yang memiliki nilai guna dan tidak memiliki nilai guna.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip, Nofiarman, mengatakan bahwa penyusutan arsip merupakan kegiatan pengurangan jumlah arsip dengan cara memindahkan arsip inaktif dari unit pengolah ke unit kearsipan, arsip yang tidak memiliki nilai guna dan telah habis masa retensinya.

“Arsip Statis merupakan arsip yang dihasilkan oleh pecipta arsip karena memiliki nilai guna kesejarahan telah habis retensinya dan berketerangan di permanenkan yang dipermanenkan yang telah di verifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI),” tambah Nofiarman. Wewe

Baca juga:

Facebook Comments

loading...