Bupati Solok Sampaikan Nota Pengantar Ranperda RPJMD tahun 2021-2026

bupati
Arosuka, SuhaNews – Bupati Solok H. Epyardi Asda, M.Mar mengikuti sidang paripurna DPRD Kabupaten Solok dalam rangka penyampaian nota pengantar Ranperda RPJMD tahun 2021-2026, Senin, 26 Juli 2021 di Ruang Sidang DPRD di Arosuka.

Selain Bupati Solok H. Epyardi Asda, sidang ini juga diikuti oleh Wakil Ketua DPRD Ivoni Munir S. Farm. Apt., Plh.Sekda Edisar, SH, M.Hum., Sekwan Mulyadi Marcos., Forkopimda, dan para Kepala SKPD.

“Sidang ini digelar berdasarkan hasil rapat Keputusan Bamus DPRD Nomor 176/10/Bamus – DPRD/2021, tanggal 5 Juli 2021,” ujar Wakil Ketua DPRD Ivoni Munir.

Baca juga: Pansus RPJMD Kabupaten Agam Gelar Rapat, Bupati: Dibutuhkan Gagasan Anggota

Bupati Solok  Epyardi Asda mengatakan bahwa dalam menjalankan tugas dan fungsinya pemerintah Daerah memerlukan perencanaan jangka panjang, menengah,  hingga perencanaan tahunan yang substansinya saling berkaitan.

“Penyusunan RPJMD diamanatkan oleh UU No 25 Tahun 2004 tentang sistem Perencanaan pembangunan Nasional dan UU No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, serta peraturan Mentri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017,” ujar Bupati Epyardi Asda.

Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Solok tentang Pembangunan jangka menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026, jelasnya, merupakan penyempurnaan rancangan sebelumnya. Hal ini sudah mendapat masukandari DPRD, musrembang dan hasil konsultasi dengan Gubernur melalui Bappeda Provinsi Sumbar.

“RPJMD menunjukkan bahwa ada nilai -nilai strategis dan politis di dalamnya,” jelas Epyardi Asda.

Adapun nilai-nilai strategesi dan politis antara lain:  RPJMD merupakan media untuk mengimplementasikan janji kepala Daerah terpilih yang telah disampaikan pada saat kampanye kepada seluruh masyarakat, RPJMD merupakan pedoman pembangunan selama 5 tahun, RPJMD Kab Solok tahun 2021-2026 merupakan pedoman penyusunan Rencana Kerja Tahunan Daerah (RKPD), RPJMD Kab Solok tahun 2021-2026 merupakan alat atau instrumen pengendalian bagi satuan peengawas internal (SPI) dan Barenlitbang, dan RPJMD Kab Solok Tatum 2021-2026 merupakan instrumen untuk mengukur tingkat pencapaian kepala Daerah selama 5 tahun.

BACA JUGA  SATPRAKOJA MAN 1 Solok Ungkap Sosok Penggiat Surau Lakuak Lewat Film

“Kami bertekad pada tahun 2025 indikator pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran, pendapatan perkapita Kab Solok tidak berada lagi pada peringkat yang rendah seperti data pada tahun 2020,” tekad Bupati Epyardi Asda.

Dalam rangka pencapaian visi Mambangkik Batang Tarandam dan menjadikan Kabupaten Solok terbaik di Sumatera Barat, jelas Bupati Epyardi Asda, dijabarkan enam misi yakni Mengelola Anggaran Berbasis Kebutuhan Masyarakat, Meningkatkan Infrastruktur yang berkeadilan, meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor Pertanian, UMKM, Perdagangan dan Pariwisata, Meningkatkan pembangunan SDM yang berkualitas, Mewujudkan penyelenggaraan Tata Kelola Pemerintahan yang baik dan bersih, dan Meningkatkan Tatanan hidup masyarakat berlandaskan Adat basandi Syara ‘-syara basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Saya mengajak dan mendorong anggota DPRD, Forkopimda,Tokoh Masyarakat serta semua pihak untuk bersama-sama berkontribusi untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Solok,” harap Epyardi Asda.

Apa yang diamanahkan masyarakat kepada kita semua, jelas Epyardi Asda, hendaknya dapat diwujudkan, sehingga masyarakat dapat merasakan program pemerintah yang menyentuh dan berdampak kepada kehidupan mereka. (Wewe)

Baca juga: Rancangan Awal RPJMD Solok Selatan Disepakati

Facebook Comments

loading...
Artikel sebelumyaDua Lagi Warga Kota Solok Meninggal Karena Covid-19
Artikel berikutnyaBalai Pengembangan PAUD dan Dikmas Sumbar Kunjungi Bunda PAUD Agam