Cerita JAMNAS XII 2026, Alam Takambang Jadi Guru di Selat Sunda

SuhaNews | Meski Jambore Nasional XII tahun 2026 telah berakhir, namun banyak kesan yang belum terceritakan. Dalam setiap langkah semenjak berangkat dari kota Solok hingga kembali ke kota beras ini pada Minggu (23/8) dinihari memberikan berjuta kenangan.

Salah satunya saat berada di pelabuhan Merak, tingginya ombak selat Sunda akibat cuaca yang kurang baik menyebabkan kapal terlambat berlayar yang berdampak pada rombongan kontingen Kota Solok yang menaiki dua unit bus PO. TAM harus menunggu lama di dermaga eksekutif.

Setelah menunggu beberapa lama, bus PO. TAM Kardus Balap yang membawa kontingen JAMNAS XII Kota Solok dipersilahkan naik ke KMP Jatra III untuk berlyar menuju pelabuhan Bakauheni di ujung Sumatera.

Ombak besar masih menggoyang saat mobil-mobil mulai masuk ke dalam lambung kapal, termasuk duai unit bus TAM yang ditumpangi kontingen JAMNAS XII Kota Solok. Seperti pepatah, Alam Takambang Jadi Guru. Sebuah pelajaran yang dipetik dari perjuangan mobil masuk ke dalam kapal di tengah ombak yang menggoyang.

Pramuka itu bagaikan sebuah kapal di dermaga yang tengah menaikan mobil ke dalam lambungnya, walaupun ia terguncang oleh ombak besar ia tetap tenang, meski orang ragu untuk naik melihat kondisinya yang oleng akibat terpaan ombak dan angin, namun ia tetap kukuh bertahan menanti dan menerima kendaraan yang datang dan naik.

“Dalam bertahan, itu ada prinsip yang dijaga, ada mental yang kuat, ada kekuatan menghadang angin dan terpaan ombak, ketenangannya yang diperlihatkan memberikan rasa yakin dan damai pada orang yang melihat dan akan menaikinya,” ujar Satria Arjuna, pembimbing dan pendamping kontingen kota Solok.

02406 tam masuk kapal c

Ia menyebutkan tidak sedikit orang tua yang takut melepas anak-anaknya mengikuti kegiatan Pramuka yang banyak berkegiatan di alam dengan berbagai skill kemandirian dan kecakapan hidup, tapi percayalah semua itu akan membentuk mental anak dan jiwa Pramuka yang melekat dalam dirinya akan membantunya tumbuh dan tegar mengarungi kehidupan kedepannya.

BACA JUGA  Ikuti Lomba Tingkat IV, Wako Hendri Septa Lepas Kontingen Pramuka Kota Padang

Pramuka menjawab keraguan itu dengan kecakapan serta keterampilan yang tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga bermanfaat bagi sesama dan lingkungan sekitar,” ulas Satria. Moentjak

Berita terkait :

Facebook Comments

Google News