Covid-19 Kabupaten Solok: 3 PDP Dirawat, 2 Diisolasi

617
kabupaten solok
Arosuka, SuhaNews – Kabupaten Solok segera memasuki fase Pola Hidup Baru mulai Senin (8/6/2020). Bupati Solok sudah mengeluarkan Perbup Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pola Hidup Baru dalam rangka Penanganan dan Antisipasi Covid-19 di Kabupaten Solok. 

“Perbup Nomor 25 Tahun 2020  tertanggal 3 Juni 2020 ini sudah disosialisasikan kepada berbagai kalangan,” ujar Bupati Solok melalui Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Solok, Syofiar Syam, Jumat (5/6/2020) di Arosuka.

Dilaksanakannya Perbup ini, jelas Syofiar Syam, karena Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Solok sudah memperlihatkan penurunan kasus. Dalam 14 hari terakhir, tidak ada lagi penambahan kasus positif baru.

“Pasien Positif tetap sebanyak 8 (delapan) orang, ODP sebanyak 2 (dua) orang, PDP isolasi mandiri sebanyak 2 (dua) orang, PDP dirawat sebanyak 3 (tiga) orang,” jelas Syofiar Syam.

Adapun PDP yang dirawat adalah Perempuan, Umur 14 thn alamat Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung. Saat ini dirawat di ruang isolasi RSUD M. Natsir sejak 3 Juni 2020.

Kemudian, Laki-laki, Umur 43 thn alamat Nagari Guguak, Kecamatan Gunung Talang, yang dirawat di ruang Isolasi RSUD Arosuka sejak 4 Juni 2020. Serta Laki-laki, Umur 55 thn alamat Nagari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, yang  dirawat di ruang isolasi RSUD Arosuka sejak 4 Juni 2020.

kabupaten solok
Syofiar Syam

Sementara PDP yang melakukan isolasi mandiri adalah Laki-laki, Umur 63 thn alamat Nagari Sei Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Pasien pulang paksa dan tidak mau diisolasi dan dirawat di RSUD Arosuka. Pulang sejak 31 Mei 2020.

Satu lagi, Laki-laki, Umur 60 thn alamat Nagari Koto Gadang Guguak, Kecamatan Gunung Talang. Pasien juga pulang paksa dari RSUD Arosuka. Yang bersangkutan masuk RSUD 5 juni 2020 pukul .00.20 wib, dan minta pulang paksa pada pukul 03.00 wib. Keduanya menjalani isolasi mandiri.

“Kita juga sudah melakukan Rapid Tes terhadap  71 orang  dan Swab Tes kepada 314 orang,” jelas Syofiar Syam.

Kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), papar Syofiar Syam dilakukan berdasarkan Keputusan Gubernur Sumbar No. 180-366-2020 Tgl 28 Mei 2020. PSBB akan berakhir pada 7 Juni 2020.

“PSBB saat ini sebagai persiapan menuju Tatanan Normal Baru (New Normal),” jelas Syofiar Syam.

Dalam rangka persiapan itulah, jelas Syofiar Syam, dikeluarkan PERBUP No. 25 Tahun 2020 tanggal 3 Juni 2020 ttg Pedoman Pelaksanaan Pola Hidup Baru dalam rangka Penanganan dan Antisipasi Covid-19 di Kabupaten Solok.

“Menjelang pemberlakuan PERBUP ini pada 8 Juni 2020, sudah dilakukan sosialisasi,” jelas Syofiar Syam, yang juga Kabag Humas ini.

Adapun sosialisasi yang dilakukan antara lain:

1. Sosialisasi dan Penyempurnaan Rancangan PERBUP kepada seluruh Pimpinan SKPD dan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Solok, 1 Juni 2020 di Guest House Arosuka.

2. Sosialisasi dan Penyempurnaan Rancangan PERBUP kepada FORKOPIMDA, MUI, NU, MUHAMMADIYAH, KEMENAG dan FKUB,  2 Juni 2020 di Guest House Arosuka.

3. Sosialisasi PERBUP kepada Pelaku Usaha sektor Pariwisata dan Pengelola Pasar se-Kabupaten Solok, 3 Juni 2020 di Ruang Solok Nan Indah.

4. Sosialisasi PERBUP kepada Camat dan Wali Nagari se-Kabupaten Solok, 3 Juni 2020 di Ruang Solinda.

5. Sosialisasi PERBUP kepada Dinas Kesehatan beserta Jajaran di Ruang Solinda, 4 Juni 2020.

6. Sosialisasi PERBUP kepada pengurus LKAAM dan KAN se-Kabupaten Solok di ruang Solinda 4 Juni 2020.

“Sosialisasi Perbup sudah dilakukan kepada semua dinas instansi,” jelas Syofiar Syam.

Diharapkan pada 8 Juni 2020, Perbup ini sudah terealisasi, semua elemen bisa memahami dan melaksanakannya. Sehingga Pelaksanaan Pola Hidup Baru di Kabupaten Solok bisa terwujud.  Wewe

Baca Juga:

 

Facebook Comments

loading...