Dalam Kenangan ; Joserizal Penggagas Rumah Sakit Indonesia di Gaza Asal Minang

Dalam Kenangan ; Joserizal Penggagas Rumah Sakit Indonesia di Gaza Asal Minang
SuhaNews. Mujahid Jose berpulang ke rahmatullah dalam usia 56 tahun (11 Mei 1963 — 20 Januari 2020). Ia adalah spesalis bedah orthopedi (bedah tulang) lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Begitulah bunyi catatan dr. Muhammad Syafii Antonio tentang dr. Joserizal Jurnalis Kamil, pendiri Lembaga Kemanusiaan MER-C di laman facebook. Joserizal banyak sekali terjun membantu sesama saudara kita yang sedang tertimpa musibah di daerah bencana dan di daerah konflik seperti Ambon, Maluku, Mindanao, Afganistan, Irak, bahkan hingga Gaza.

Salah satu karya monumental mantan Kepala Puskesmas Air Tawar Padang ini, adalah berdirinya Rumah Sakit Indonesia di Gaza. Satu rumah sakit yang sangat megah dan lengkap. Rumah sakit Indonesia merupakan salah satu rumah sakit terlengkap di Palestina dengan satu lantai underground tambahan ke bawah yang didesign khusus untuk mengevakuasi korban saat ada pengeboman di dua lantai atasnya.

“Rumah sakit ini didesign oleh arsitek yang sama dengan yang membuat masjid Tazkia Sentul City dan mendesign rumah saya sekarang.. Masya Allah,” tulis Syafii.

Pada saat pembangunannya ada puluhan tenaga konstruksi Indonesia yang dibawa dr Joserizal terkepung serangan zionist israel di dalam rumah sakit yang tengah dibangun.

“Masya Allah. Bukannya alih alih mereka minta pulang.ke Indonesia, mereka justru mengatakan..Kami Siap untuk Mati Syahid demi Palestina Demi Aqsha dan Demi Kemanusian yang tertindas di Bumi yang suci ini,” tulisnya lagi.

Allah melindungi mereka..merekapun kembali ke Indonesia dengan selamat. Selamat Jalan Mujahidku dr. Joserizal. Insya Allah surga firdaus telah menanti mu. Aamiinn.

Tentang Joerizal

Mengutip laman wikipedia.org, Joserizal Jurnalis, lahir di Padang, Sumatra Barat, 11 Mei 1963. Ia merupakan dokter ahli bedah tulang sekaligus aktivis yang membantu masyarakat korban perang. Jose juga merupakan pendiri organisasi kemanusiaan Mer-C (Medical Emergency Rescue Committe) yang melakukan pertolongan medis dalam wilayah-wilayah konflik dan peperangan.

BACA JUGA  Vaksinasi Covid-19 Menjadi Tema Pertemuan Bulanan GOW Tanah Datar

Jose menyelesaikan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dengan mengambil spesialis bedah orthopedi dan traumatologi. Jose juga pernah menjadi Kepala Puskesmas Air Tawar Padang.

Jose telah melakukan pertolongan dalam beberapa wilayah konflik, antara lain di Maluku, Mindanao, Afghanistan, Irak, dan Gaza. Dalam melakukan tugasnya di daerah konflik Jose sering mengalami keterbatasan peralatan. Di Maluku misalnya, dia harus mengamputasi kaki dengan gergaji kayu. Sementara di Afghanistan, dia sempat kehabisan jarum suntik.

Keluarga

Joserizal menikah dengan seorang wanita bernama Dian Susilawati dan telah dikaruniai tiga orang anak, yakni Aisha, Nabila, dan Saladin. Ia merupakan putra dari Jurnalis Kamil, seorang akademisi yang pernah menjabat Rektor Universitas Andalas, Padang, Sumatra Barat pada periode 1984-1993, sedangkan ibunya, Zahara Idris juga seorang akademisi (mantan Dekan FIP IKIP Padang/UNP). Red

sumber : BeritaMinang.com

Berita Terkait :

Facebook Comments

loading...