Solok, SuhaNews – Dekan Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang Prof. Yasmadi, S.Ag, M.Ag mengapreasi program Solat Jumat di Madrasah yang digagas oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok, H. Zulkifli.
Hal ini diungkapkan sang profesor dalam bincang santai jelang acara Ngobrol Pendidikan Islam (NGOPI) antara Kementerian Agama, Anggota Komisi VIII DPR RI Hj. Lisda Hendra Joni dan Fakultas Tarbiyah UIN Imam Bonjol Padang sebagai host acara ini.
Dalam bincang hangat yang berlangsung, Selasa (14/10) pagi di hotel Premier Solok, Kakan Kemenag H. Zulkifli memaparkan sejak tahun 2024 lalu, seluruh madrasah di kabupaten Solok menyelenggarakan solat Jumat di madrasah masing-masing sebelum siswa bubar.
Disampaikan juga pelaksanaan Solat Jumat di Madrasah dan Pesantren ini bagian dari menykseskan prograjm Kabupaten Solok Mengaji, yang dalam intinya ada tiga yakni mengaji agama, mengaji adat dan mengaji peraturan perundangan yang berlaku.
“Salah satu wujdunya adalah gerakan Jumat di Madrasah yakni siswa dan warga madrasah melaksanakan solat Jumat dimadrasah masing-masing dan menjadi agenda wajib di hari Jumat, kegiatan di madrasah dinyatakan selesai setelah solat Jumat dan baru siswa diperbolehkan pulang. Ini juga sudah ditiru oleh banyak sekolah di Kabupaten Solok baik SMP maupun SMA terutama yang telah memiliki Masjid,” papar H. Zulkifli.
Menanggapi itu, Profesor Yasmadi menyampaikan apresiasi dan menyebut apa yang digagas oleh H. Zulkifli selaku kakan Kemenag adalah sebuah upaya memaksimalkan peran madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya melahirkan intelektual tetapi juga generasi taat beragama. tarbiyah tarbiyah tarbiyah tarbiyah
“Sebagai lembaga yang mengkader para pendidik, mengapresiasi program Kabupaten Solok Mengaji dan solat Jumat di madrasah serta sekolah ini yang merupakan bentuk nyata pembentukan karakter siswa yang selaras dengan kurikulum berbasis cinta yang digagas oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar yak Hubbur Rab atau cinta pada Sang pencipta dengan menjalankan ibadah dan amalan sebagi bentuk tundak dan taat pada Allah SWT dan ini akan jadi landasan akhral dan moral peserta didik serta menjadi pondasi dalam membentuk moral generasi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Prof. Yasmadi.
Profesor Yasmadi juga mengapresiasi penerapan Asta Cita Kementerian Agama di Kabupaten Solok yang disupport oleh Pemerintah Daerah sebagai bentuk kolaborasi yang apik dalam memajukan pendidikan madrasah sekaligus menyukseskan program Kemenag di ranah Lima Danau. Fendi
Berita Terkait :



Facebook Comments