Dihadiri Dandim, Wabup Solok Irup Uparaca HAB 80 Kemenag di Koto Baru

Koto Baru, SuhaNews – Wakil Bupati (Wabup) Solok H. Candra bertindak sebagai inspektur upacara peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) ke 80 Kementerian Agama di Kantor Kemenag Koto Baru, Sabtu (3/1) yang juga dihadiri oleh Dandim 0309 Solok Letkol Inf. Sugeng Riyadi.

Turut hadir dalam upacara yang diikuti oleh ASN Kementerian Agama ini, Kapolres Solok (mewakili), kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Pimpinan Cabang Bank yang ada di Kabupaten dan Kota Solok.

00302 hab b

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Candra membacakan sambutan Menteri Agama Nasaruddin Umar yang menyebutkan, Dalam catatan sejarahnya, kehadiran Kementerian
Agama bukan semata lahir dari tuntutan sosiologis, melainkan merupakan kebutuhan nyata bangsa yang majemuk. Republik ini tidak dibangun oleh satu golongan, melainkan oleh sinergi seluruh komponen bangsa sejak masa perjuangan kemerdekaan hingga hari ini. Para founding fathers Kementerian Agama meletakkan cita-cita besar agar lembaga ini berkontribusi nyata dalam membina kehidupan keagamaan yang damai, sekaligus membuka jalan selebar-lebarnya bagi terwujudnya masyarakat yang adil, rukun, dan sejahtera.

Delapan puluh tahun perjalanan ini menegaskan bahwa Kementerian Agama didirikan sebagai penjaga nalar agama dalam bingkai kebangsaan. Kini, peran tersebut semakin luas dan semakin krusial: meningkatkan kualitas pendidikan agama dan keagamaan, merawat kerukunan umat beragama yang berlandaskan cinta kemanusiaan, memberdayakan ekonomi umat, serta memastikan agama hadir sebagai sumber solusi bagi persoalan
bangsa.

Sepanjang tahun 2025, kita telah bekerja keras membangun fondasi “Kemenag Berdampak.” Kita membuktikan bahwa semangat ini bukan sekadar slogan, melainkan kerja nyata yang hasilnya mulai dirasakan oleh umat. Transformasi digital yang kita lakukan secara masif telah menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat, transparan, dan cepat.

BACA JUGA  Bertambah Lagi, 10 Warga Kota Solok Terkonfirmasi Positif Covid-19

Kita juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana punia, dana Paramita, dan dana kebajikan. Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum.

Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan kita terus menunjukkan peningkatan kualitas hingga tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua. Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana telah menempatkan institusi pendidikan Kementerian Agama sejajar dengan standar pendidikan lain, bahkan ada yang
melebihinya. Melalui program Desa Sadar Kerukunan, kita juga memindahkan wacana kerukunan dari ruang seminar menuju praktik nyata di tengah masyarakat.

Semua ikhtiar ini menegaskan satu komitmen, setiap langkah dan kebijakan Kementerian Agama harus menghadirkan manfaat nyata yanKita juga memperkuat fondasi ekonomi umat melalui ribuan pesantren, pemberdayaan ekonomi sosial keagamaan, seperti zakat, wakaf, infak, sedekah, diakonia, derma/kolekte, dana punia, dana Paramita, dan dana kebajikan. Program-program tersebut tidak hanya mendorong kemandirian lembaga keagamaan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat secara umum.

00302 hab c

Di bidang pendidikan, madrasah, sekolah keagamaan, dan perguruan tinggi keagamaan kita terus menunjukkan peningkatan kualitas hingga tidak lagi dipandang sebagai pilihan kedua. Inovasi kurikulum dan penguatan sarana prasarana telah menempatkan institusi pendidikan Kementerian Agama sejajar dengan standar pendidikan lain, bahkan ada yang
melebihinya. Melalui program Desa Sadar Kerukunan, kita juga memindahkan wacana kerukunan dari ruang seminar menuju praktik nyata di tengah masyarakat.

Semua ikhtiar ini menegaskan satu komitmen, setiap langkah dan kebijakan Kementerian Agama harus menghadirkan manfaat nyata yanKini, umat manusia menghadapi tantangan besar bernama Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Kita hidup di era VUCA—Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity— di mana perubahan berlangsung cepat, sulit diprediksi, kompleks, dan penuh ketidakpastian. Di era ini, kita tidak boleh sekadar menjadi penonton. Kita harus memiliki kedaulatan AI.

BACA JUGA  Tunggu Pengukuhan, Pengurus SMSI Kabupaten dan Kota Solok Sudah Terbentuk

Jika dahulu para ulama dan cendekiawan mewarnai dunia melalui literasi dan keilmuan di pusat peradaban seperti Baitul Hikmah, maka hari ini ASN Kementerian Agama harus mampu mewarnai substansi AI dengan konten keagamaan yang otoritatif, valid, moderat,
sejuk, dan mencerahkan. Kita harus memastikan bahwa algoritma masa depan tidak hampa dari nilainilai ketuhanan dan kemanusiaan.

AI harus kita kawal agar menjadi alat pemersatu dan penguat kerukunan, bukan pemicu disinformasi dan perpecahan. Keluarga besar Kementerian Agama yang berbahagia, Untuk mewujudkan visi besar tersebut, setiap ASN Kementerian Agama dituntut bertransformasi menjadi pribadi yang “agile”, lincah dan sigap menghadapi perubahan, adaptif, terbuka terhadap teknologi dan inovasi, serta responsif, cepat melayani kebutuhan umat dengan empati dan integritas. Nilai-nilai ini sejatinya bukan hal baru, melainkan warisan luhur
tradisi keagamaan yang perlu kita aktualkan kembali dalam konteks zaman.

Sesuai tema HAB ke-80, “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju,” marilah kita satukan tekad. Dengan fondasi yang kokoh, semangat pengabdian yang berdampak, serta penguasaan teknologi yang beretika, kita optimistis mampu mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat.

00302 hab d

Usai upacara jugadilakukan penyerahan Satya Lencana Karya Satya bagi ASN Kementerian Agama dengan lama pengabdian 30 tahun, 20 tahun dan 10 tahun serta penghargaan bagi pegawai berprestasi dan Oragtua Peduli Madrasah berprestasi.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Candra juga menyerahkan penghargaan Bupati Solok kepada kepala Kantor Kemenag Kabupaten Solok H. Zulkifli atas dedikasinya sebagai penggiat literasi dengan menulis dua buku yakni Langkah Cerdas Menghadapi Musibah dan Perangai elok (akhlak mulia) dan Sumbang 12″. wabup wabup wabup wabup

00302 hab e

Selain di Kantor Kemenag Kabupaten Solok, Upacara Peringatan HAB ke 80 Kementerian Agama juga dilaksanakan di MAN 2 Solok / Singkarak, MAN 3 Lembah Gumanti / Alahan Panjang, di MTsN 6 Solok / Talang babungo dan MTsN 5 / Gadung Surian dan MTsN 7 / Tanjung Balik kecamatan X Koto Diatas. wabup wabup wabup

BACA JUGA  Menteri Agama Peringatkan Jajarannya, Jangan Coba Ambil yang Tidak Halal!

Fendi

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News