FKUB Bukittinggi Gelar Dialog Tokoh Lintas Agama, Perkuat Sinergi Menjaga Kerukunan

Bukittinggi, SuhaNews | Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bukittinggi menggelar Dialog Tokoh Lintas Agama, Rabu (4/11/2026), bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi.

Kegiatan yang diikuti 25 peserta ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bukittinggi, H. Irwan, sekaligus menyampaikan materi tentang penguatan kerukunan umat beragama.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua FKUB Kota Bukittinggi Drs. H. Persalide, M.Pd., perwakilan Kodim 0304/Agam, Polresta Bukittinggi, Kesbangpol, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.

Dalam sambutannya, H. Irwan menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. “Perbedaan, apabila dijaga dan dirawat dengan baik, akan menjadi rahmat. Namun, jika tidak dirawat dan dijaga, justru bisa menjadi laknat. Karena itu, keberagaman harus kita tempatkan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi, bukan menjadi alasan untuk saling menjauh,” tegasnya

Ia juga mengapresiasi peran aktif FKUB dalam menjaga kerukunan di Kota Bukittinggi. Menurutnya, kerukunan harus dibangun melalui tiga dimensi, yakni kerukunan intern umat beragama, antarumat beragama, serta kerukunan umat beragama dengan pemerintah.

H. Irwan turut mengajak seluruh tokoh agama memperkuat enam prinsip kerukunan, yaitu toleransi, komitmen kebangsaan, anti kekerasan, keadilan, penghargaan terhadap kearifan lokal, serta musyawarah. Ia berharap tokoh agama senantiasa menjadi penyejuk, menyampaikan pesan damai, dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang dapat memecah belah masyarakat.

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Kota Bukittinggi melalui Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Hendri, menekankan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, konflik sosial, dan penyebaran paham ekstremisme. dialog dialog dialog 

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat. “Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan media sosial, sinergi seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh lintas agama, sangat penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh paham ekstremisme. Kita harus bergerak bersama melalui edukasi, penguatan wawasan kebangsaan, dan penanaman nilai-nilai toleransi agar generasi muda tidak mudah terpengaruh ideologi yang mengancam persatuan bangsa,” ungkapnya.

BACA JUGA  Peduli Kesehatan Warganya, Wako Hendri Septa dan Istri Bagikan Masker

Ketua FKUB Kota Bukittinggi, Drs. H. Persalide, M.Pd., menyampaikan bahwa FKUB memiliki peran strategis sebagai jembatan komunikasi dan wadah dialog antarumat beragama. Setiap potensi konflik, menurutnya, perlu disikapi secara cepat melalui pendekatan persuasif, dialog, dan musyawarah dengan mengedepankan toleransi serta saling menghormati. “Kerukunan tidak hadir dengan sendirinya, tetapi harus dirawat melalui komunikasi, kebersamaan, dan saling pengertian. FKUB berkomitmen menjadi ruang dialog dan wadah pemersatu agar setiap perbedaan tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan kekuatan dalam menjaga persatuan dan kedamaian di Kota Bukittinggi,” ujarnya.

Melalui dialog ini, diharapkan terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, FKUB, aparat keamanan, tokoh agama, dan masyarakat dalam mendeteksi dini potensi konflik, menangkal ekstremisme, serta menjaga Kota Bukittinggi tetap aman, damai, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Syafrial)

Berita Terkait :

Facebook Comments

Google News