Pariaman, SuhaNews – Wali Kota Pariaman Genius Umar membuka acara Lomba Baju Kuruang Basiba dan Hymne Bundo Kanduang, Sabtu, (12/11), di halaman Kantor Camat Pariaman Tengah.
Kegiatan yang digelar dalam rangka HUT Bundo Kanduang Ke-48 se-Kecamatan Pariaman Tengah dimaksudkan untuk menjaga dan melestarikan adat budaya Minangkabau salah satunya dalam pemakaian baju kuruang basiba oleh kaum perempuan Minang, Bundo Kanduang.
Baca juga: Ny. Delvinawati Irwan Launching Pemakaian Baju Kuruang Basiba Pada MTsN 3 Lima Puluh Kota
Acara ini dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Pariaman Ny. Lucyanel Genius, Ketua DWP Kota Pariaman Ny. Yosnelli Balad, Camat Pariaman Tengah, Ketua TP PKK Kecamatan Pariaman Tengah, Bundo Kanduang Kecamatan Pariaman Tengah, Ketua LKAAM Kota Pariaman, Ketua KAN Kota Pariaman, Kepala Desa dan Lurah di Kecamatan Pariaman Tengah.
Genius Umar mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh Bundo Kanduang Kecamatan Pariaman Tengah.
“Saat ini, pakaian perempuan Minangkabau sudah banyak yang tidak sesuai lagi dengan eksistensi baju kuruang basiba, yang menggambarkan ciri perempuan minang dalam menjaga martabatnya ditengah-tengah masyarakat,” ujar Genius Umar.
Walikota Pariaman mengaku sangat senang karena Bundo Kanduang Kecamatan Pariaman Tengah di bawah binaan Bundo Kanduang Kota Pariaman selalu menjaga pakaian yang dikenakan dari segi adat istiadatnya.
“Melalui lomba baju kuruang basiba ini, diharapkan dapat memberikan pendidikan bagi generasi muda sekarang, bahwa filosofi dari baju kuruang basiba itu adalah cerminan jati diri dan identitas perempuan Minang yang penuh dengan nilai-nilai tradisi, yang diwariskan oleh nenek moyang kita,” jelas Genius.
Ema Ubadi, Bundo Kanduang Kecamatan Pariaman Tengah mengatakan bahwa baju kuruang basiba bukan sekedar busana perempuan Minang saja, tapi mengenakan baju kuruang basiba diibaratkan sedang mengemban tanggung jawab tersendiri baik dalam keluarga dan lingkungan masyarakat.
“Saat mengenakan baju kuruang basiba, perempuan Minang harus selalu santun dan menjaga martabatnya, tidak boleh berlenggang lenggok berlebihan atau tingkah laku yang tidak sesuai dengan ajaran agama”, ungkap Ema Ubadi.
Ada dua jenis kegiatan lomba yang diadakan yaitu lomba baju kuruang basiba dan lomba hymne bundo kanduang. Peserta merupakan utusan dari desa dan kelurahan di lingkungan Kecamatan Pariaman Tengah, sebanyak 19 orang mengikuti lomba baju kuruang basiba dan 12 orang peserta mengikuti lomba hymne bundo kanduang.
Dewan Juri Lomba terdiri atas Bundo Arrahmi (Bundo Kanduang Kota Pariaman), Bapak Jafriki dari Dewan Kesenian Kota Pariaman, dan Bundo Eka Fitria dari SMKN 4 Pariaman. (Tachi/Wewe)
Baca juga: 470 Perempuan Berbaju Kuruang Basiba Parade Budaya Nusantara di Monas




Facebook Comments