Goro di Rawang Sulit Air, Budaya Nan Masih Lestari di Sudut Kab. Solok

rawang
Sulit Air, SuhaNews. Sejak pagi, belasan lelaki di jorong Rawang nagari Sulit Air mendatangi jalan Rawang. Mereka membawa berbagai peralatan mulai dari cangkop, skop, keranjang dan gerobak. Sabtu (6/6) telah disepakati untuk gotong royong dijalan utama jorong Rawang.

rawang

Di salah satu rumah yang disepakati sebagai dapur umum, para wanita juga telah berkumpul sambil membawa beberapa bahan dan bumbu masakan. Mereka kan memasak gulai Kambing dan makanan lainnya untuk konsumsi gotong royong siang ini.

Dibawah koordinator Zulhendri tokoh muda jorong Rawang yang juga dosen IAIN Batu Sangkar bersama Arianto, mengajak masyarakt merawat jalan yang jadi penghubung jorong Rawan ke ibukota nagari Sulit Air yang berjarak lebih kurang 5 km.

“Ini rutin kami lakukan setiap sebulan sekali, selain untuk merawat jalan di jorong ini, gotong royong ini juga untuk merekat kebersamaan dan silaturahmi warga di jorong ini. Lebih dari itu ini upaya melestarikan budaya di nagari Sulit Air,” ujar Zulhendri kepada SuhaNews.

Ia menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan gotong royong ini, masyarakat tidak hanya menyumbang tenaga, tetapi juga materi berupa bahan masakan untuk dijadikan konsumsi. Baik untuk makan siang maupun cemilan kawan minum kopi.

“Kebersamaan ini salah satu yang kami pertahankan dan banggakan dari jorong Rawan Sulit Air,” sebut Zulhendri yang didampingi Arianto dan kepala jorong Rawang Muslim Sati Maruhun.

rawang

Muslim menimpali, bahwa untuk pelaksanaan gotong royong ini tidak ada undangan khusus. Cukup dengan pengumuman di Masjid, maka masyarakat akan datang pada hari yang disepakati. Begitu juga dengan kaum ibu, mereka juga telah terkoordinir untuk menyiapkan konsumsi.

Muslim mengapresiasi kebersamaan warga jorong Rawang dalam melestarikan budaya gotong royong ini. Begitu juga dengan pemuda yang telah menjadi inspirator kegiatan ini.

“Gotong royong ini tidak hanya merawat jalan, namun ada transfer ilmu sesama warga. Salahsatunya lewat mambantai Kambing yang dilakukan secara bersama, maka cara-caranya sampai proses memasaknya yang dikerjakan bersama akan menjadi ajang berbagai ilmu bagi masyarakat,” tukas Muslim.

rawang

Dalam gotong royong di awal Juni ini, warga jorong Rawang nagari Sulit Air juga “mambantai” satu ekor Kambing sebagai wujud rasa syukur yang juga dijadikan konsumsi makan siang.

reporter : Hendrik editor : Moentjak

Facebook Comments

loading...