SuhaNews | Penumpang bus tujuan berbagai daerah di Sumbar mulai meningkat dari Kampung Rambutan Jakarta timur, semua PO terlihat mulai ada peningkatan, termasuk dua kelas “mewah” PO. Miyor dan Alhijrah, Selasa (11/3)
Dijalur keberangkatan, deretan bus tujuan Sumbar berbaris rapi menaikan penumpang mulai dari PO. Alhijrah, PO. Miyor, PO. Gumarang Jaya, PO. Palala, PO. NPM, PO. MPM, Po. Transport Express dan PO. ANS termasuk pendatang baru PO. TAM si Kardus Balap. Masing-masing Po ini terlihat lebih dari satu unit yang parkir menaikan penumpang dan bila ditotal lebih dari empat unit masing-masingnya.
Kenaikan harga tiket yang mulai berlaku sejak 9 Maret 2026 lalu tak berpengaruh bagi perantau yang ingin merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halamannya.
Baca juga :
- Rasakan Mewahnya Bus Tronton Volvo, Ini Tarif Lebaran PO Alhijrah Menuju Sumbar
- Nyamannya “Hijrah” di Bulan Ramadhan, Bersama Bus Volvo B11R dari Bekasi ke Bukittinggi
- Liburan Berakhir, Penumpang Bus Alhijrah Tetap Membludak
- Namanya Terseret Kecelakaan Bus Cahaya Trans, Manajemen Po. Alhijrah beri Klarifikasi
- Sampai di Bareh Solok, Mbak Monic PO. Alhijrah Disambut Hangat Bismania dan Youtber
- Setelah para Crew Cuti, Bus Alhijrah Kembali Beroperasi Menuju Jakarta
- Tampil Beda, PO.Alhijrah Beri Cuti Semua Crew di Hari Lebaran, Armada Perpal
- Alhijrah dan MIYOR, Lambang Kemewahan Bus AKAP Sumatera Barat
“Wajarlah namanya juga lebaran, sebanding dengan pelayanan yang diberikan, sekarang bus ke Padang sudah bagus-bagus dan mewah, ada sleeper juga, jadi makin nyaman pulang kampung,” ujar Rina salah satu penumpang yang naik bus sleeper bersama keluarganya tujuan Solok.
PO. Alhijrah yang menggunakan bus bermesin Volvo termasuk yang banyak memberangkatkan unitnya dalam sepekan terakhir, sepekan terakhir rata-rata ada 4 dan 5 keberangkatan dan jumlah ini terus meningkat jelang hari H Idul Fitri.
Selain armada sleeper class, PO. Alhijrah juga memiliki armada yang dalam satu bus tiga kelas dan dua kelas yakni suite combi dan president suite combi.
Selain di jalur keberangkatan, kesibukan juga terlihat di loket tempat penumpang melaporkan tiket dan mengambil label barang bagasi. Ruang tunggu juga dipenuhi calon penumpang dan pengantar.
Penumpang tak terlalu mempermasalahkan kenaikan tiket yang untuk keberangkatan sampai tanggal 11 Maret 2025 ini dikisaran seratus lima puluh sampai dua ratus ribu rupiah.
Berita Terkait :
- PO. SAN Berhentikan Sopir Yang Viral Karena Melawan Arah Saat Macet
- H-10, Tiket Balik dari Sumbar ke Jakarta Laris Dipesan Perantau
- Palala Terluka, Lempar Batu Mengganas Jelang Lebaran 2026
- 100 Bus Pulang Basamo sampai di Sumbar Sejak Kemarin Hingga Pagi Ini
- Hari Pertama Tuslagh, Belum Ada Lonjakan Penumpang Bus Menuju Sumbar



Facebook Comments