Nyamannya “Hijrah” di Bulan Ramadhan, Bersama Bus Volvo B11R dari Bekasi ke Bukittinggi
oleh : Sonny Arifin
Perjalanan darat Bekasi – Bukittinggi, bukan lah baru bagi penulis. Baik menyetir sendiri maupun naik bus. Sudah semua po bus dicoba dari kelas biasa sampai yang tertinggi. Namun ada dua yang belum, yakni pendatang baru PO. TAM si Kardus Balap dan si tronton Volvo B11R, PO. Alhijrah, bus mewah milik Ajo Piaman.

Kisah yang akan ditulis kali ini bermula dari misi pengantaran mobil ke Depok dan istirahat di Bekasi selama dua hari, saatnya kembali ke Bukittinggi, hari minggu sudah akan mengantar anak ke Pondok, senin Bunda dan si Bungsu Farhan sudah mulai sekolah lagi, saatnya Ngojek pagi lagi.
Cuma sempat bingung mau pulang naik bus apa, pilihannya antara Al Hijrah dan TAM, karena sama sama belum pernah dicoba, akhirnya minta rekomendasi ke Nawwaf, Putra Bungsu nya Bundesh Dessy Anggraeni yang juga penggemar Bus, dengan Mantap Nawwaf bilang “Kalau saran awaf pilih Al Hijrah yang Legrest aja Angku” katanya.
Kamis pagi mau beli Tiket ternyata hari hujan, untung bundesh pulang cepat karena hari pertama puasa, Alhamdulillah bisa diantar Bundesh ke Terminal Bekasi, setelah melihat seat yang ada ternyata 2 baris depan sudah Full, disinilah strategi berperan, Saya pilih baris paling belakang (baris ke 4) dari seat legrest, karena dibelakangnya pintu tengah dan tangga untuk naik, jadi tidak akan ada penumpang lain yang terganggu seandainya kita menurunkan sandaran bangku, ditambah dengan double legrest nya rasanya sudah jadi kayak seat sleeper
Jumat pagi saatnya kembali ke Ranah Bundo, saat sahur ternyata hujan nggak berhenti dari malam, Alhamdulillah Uda Jonedi Arifin bisa mengantarkan ke Terminal Bekasi, dengan pertimbangan khawatir kena macet, biarlah agak cepat dari pada terlambat, karena Agen nya bilang pukul 6.30 WIB sudah di Terminal, dan pukul 5.51 WIB kami sudah sampai, agennya belum datang, disempatkan hunting NPM V80 Semorita, Laju Utama, Sinar Dempo Renegade dan Putra Belitang.

Pukul tujuh pas Bus Al Hijrah Pamenan Mato memasuki Terminal Bekasi, berarti awak pindahnya nanti di Kampung Rambutan ke Al Hijrah Koto Tuo nya.
Tak lama di terminal Bekasi, pukul 07.10 WIB bus Al Hijrah Koto Tuo langsung bergerak menuju Terminal Pulogebang, meski bukan unit ini yang akan ditumpangi ke Bukittinggi, setidaknya bisa nyobain seat sleeper konfigurasi “1” nya.
Pukul 07.51 WIB sudah memasuki Terminal Pulogebang, sempat turun sebentar moto Unit Al Hijrah Pamenan Mato, M Trans, Palala e01 Ichiro, M Trans Double Decker, GHTS Double Decker dan Jumpa urang kampuang Tati yang akan pulang juga dengan Gumarang.
Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju terminal kampung rambutan dan sesampainya disana jam 8.52 ternyata bus Al Hijrah Koto Tuo nya belum sampai dari bogor.
Alhamdulillah bisa menyempatkan waktu untuk silaturahmi dengan Bang Burhan Refani , hunting bis bareng Transport Katapiang, Miyor Si Bungsu, Miyor Ngangeni, TAM Nirwana, NPM V72 No Comment, Putra Rafflesia Willy 78, Al Hijrah Pauah Kamba yang sedang piket.
Jumpa juga dengan Bang Mancah Bintangshamoyank Shamoyank yang lagi cuti, jam 9.34 akhirnya Al Hijrah Koto Tuo nya datang, setelah loading akhirnya berangkat jam 9.49 menuju Pondok Pinang.
baca juga :Â
- Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Sejuknya AC dan Lembutnya Air Suspensi (bagian 3)
- Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Ada Truk Mogok Dikapal, Alika Terlambat Berlayar (bagian 2)
- Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions
- Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Digoyang Pak Kodim Hingga ke Palapa (bagian 4)
Pukul 10.52 sampai di Terminal Pondok Pinang beriringan dengan NPM V80 Senorita. Perjalanan dilanjutkan menuju Poris dengan terlebih dahulu mengisi Solar sebelum masuk Terminal Poris, sampai Terminal Poris nggak ada Bang Candra dan Bang Didi, yang ada hanya gerobak ketoprak.
Perjalanan dilanjutkan, pukul 13.08 kembali antri BBM di Tol Jakarta Merak, sekitar 40 menit dari mulai antri sampai selesai pengisian, jam 13.49 kembali melanjutkan perjalanan dan sampai di Gerbang Tol Merak jam 14.12, sempat menaikkan paket menjelang pelabuhan dan memasuki Dermaga Excecutive Pelabuhan Merak jam 14.41, sempat jumpa dengan Al Hijrah JW yang baru keluar kapal.

Pukul jam 14.51 sudah langsung naik kapal Excecutive 2 Virgo 18, hanya ada 3 bus didalamnya serta beberapa truk, 1 Unit Sinar Jaya dan 1 unit TAM yang akan menuju Pekanbaru yang ternyata yang pernah ikut Paneran GIAS.
Tak lama, pukul 15.10 KMP Virgo 18 sudah mulai berlayar, Alhamdulillah perjalanan lancar dan jam 16.50 kami sudah keluar kapal di Pelabuhan Bakauheni, sempat sejenak mengabadikan para pejuang koin yang berenang disamping KMP Sebuku.
Keluar pelabuhan Bakauheni, bus Al Hiujrah Koto Tuo langsung masuk Tol Trans Sumatera, Jam 17.49 keluar tol menjemput penumpang ke loket Al Hijrah Itera Lampung, dan akhirnya kembali keluar tol di Exit Gunung Sugih untuk berbuka puasa dan shalat di RM. Bukit Indarung Bandar Jaya.

Rumah Makan Bukit Indarung ini sebenarnya perhentian PO Palala, sedangkan perhentian Al Hijrah seharusnya di RM. Siang Malam Kalianda, ternyata kalau bulan puasa lebih fleksibel dan menyesuaikan
Selesai berbuka puasa, pukul 19.11 WIB, Al Hiujrah Koto Tuo kembali melanjutkan perjalanan, saya tertidur dan terbangun saat macet di dekat SPBU Betung jam 01.39 WIB menjelang sahur.
Setengah jam lebih Al Hiujrah Koto Tuo terkena macet, akhirnya bisa kembali melanjutkan perjalanan, namun tidak terkejar untuk sahur di RM Simpang Raya Pijoan.

Disini kembali fleksibilitas bulan puasa berlaku, kami sahur di RM Takana Juo Bayung Lencir, Al Hiujrah Koto Tuo masuk GT Bayung Lencir jam 05.07 dan keluar GT Pijoan jam 05.39, Shalat subuh baru di RM. Simpang Raya Pijoan, bagi penumpang yang “Musafir” ada juga yang sarapan disini.
Pukul 11.54 WIB melintasi terminal Muaro Bungo, sayangnya nggak bisa jumpa sama Cikgu Yudie Marta Adriati, pukul 13.30 WIB Al Hiujrah Koto Tuo akhirnya sampai di RM Umega Gunung Medan, terima kasih Silaturahmi nya Ndan Adrian Wahyudi , udah lama juga nggak jumpa beliau, setelah shalat jamak dan berhubung masih puasa akhirnya diputuskan untuk membeli bungkus rendang dan talua gulai Umega buat dimakan sesampainya di Bukittinggi.
Di rumah makan Umega jumpa dengan Miyor Junior dan Miyor Bollywood yang akan menuju Rantau, saat akan melanjutkan perjalanan masuk Transport Parit Malintang a.k.a Bintang Mutiara arah ke Pariaman.
Pukul 14.23 WIB, Al Hiujrah Koto Tuo kembali melanjutkan perjalanan menuju Kota Solok, sampai di Terminal Bareh Solok jam 17.50 WIB sudah ditunggu Oleh Al Hijrah Pamenan Mato karena ada penumpang yang menuju Padang di bis kami.
Setelah pemindahan penumpang perjalanan dilanjutkan, pukul 18.30 berhenti di Pasar Sumani untuk memberi kesempatan kepada penumpang membeli “Pabukoan”, sampai azan berkumandang kami masih di pasar Sumani.

Pukul 20.00 WIB sempat antri Solar di Padang Panjang namun akhirnya kembali melanjutkan perjalanan, sesampainya di SPBU Batagak dan antriannnya lumayan panjang saya putuskan untuk turun disini dan menelpon Bang Fadlan yang sudah menunggu di loket Al Hijrah untuk menjemput ke SPBU Batagak, Alhamdulillah 20.20 finish Batagak.
- Sepenggal Kisah Bersama ANS Luxury Class Fortuna di Bulan Ramadan
- Trip Report Palala E04 (3), Subuh di Palembang Makan Pagi di Lampung
- Trip Report Palala e04 (2), Via Timur Tengah Solat Magrib di Bangko
- Trip Report Palala E04 (1), Penumpang Ditinggal di UMEGA
- Trip Report MPM Legowo Bandung-Solok (3), Tenggelamnya Kapal Van Der Wijk di Bakauheni
- Trip Report MPM Legowo Bandung-Solok (2), Ada Dia Diantara Legowo dan Kota Budaya
- Trip Report MPM Legowo Bandung-Solok (1), Nyamannya Legrest 28 Set



Facebook Comments