Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions (bagian 1)

Penulis : Fendi Moentjak, perjalanan Jakarta – Solok (28-29 Januari 2021) dengan bus ANS

Berawal dari panggilan tugas mendadak ke Ibukota, tebersit niat untuk pulangnya lewat darat. Selain ingin menjajal tol Trans Sumatra Barat, juga ingin merasakan armada terbaru PO. ANS dengan chasis Mercedes Benz 1626 yang dibalut body New Patriot dari karoseri Morodadi Prima.

Dari Sumbar, penulis berombongan dengan tujuh orang lainnya yang berasal dari berbagai daerah di Sumatera dan merupakan utusan kantor masing-masing. Karena perginya mendadak, masing-masing anggota rombongan fokus pada kebrangkatan saja, dengan target dapat mengikuti acara tepat waktu sesuai schedule.

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions

 

Sambil menunggu kereberangkatan di Bandara Internasional Minangkabau, Selasa (26/1) pagi, kami pun saling bertukar ide sembari membahas kepulangan pasca melaksanakan tugas. Penulis dengan mantap mengatakan, pulangnya lewat darat via tol Trans Sumatera.

Sampai di Jakarta, dari terminal tiga menuju penginapan di kawasan Tanah Abang, rombongan memilih naik travel jenis Innova agar bisa tetap sejalan satu rombongan. Sopir travel yang orang Sunda, bercerita dengan kami tentang  jalur darat ke Sumatera, karena mertuanya orang Duri Riau.

Hanya penulis yang inten bercerita dengannya, membahas rute jalan lintas Sumatera, termasuk jalur yang dilalui semenjak dari Bakauheni hingga memilih jalur Lintas Tengah atau Lintas Timur. Rupanya pembicaraan kami ini memancing minat anggota rombongan untuk ikut menjajal jalur darat.

Siap magrib, selesai makan sambil membahas persiapan Dinas besoknya, bahasan tentang pulang lewat jalur darat kembali menghangat, lima dari 7 rombongan sepakat ikut penulis. Setelah dilihatkan foto armada yang akan dinaiki serta testimoni para penumpang yang ada di grup media sosial.

Penulis hubungi seorang bismania yang dekat dengan manajemen bus, untuk rekomendasi boking tiket. Kami pun dapat kiriman alamat dan nomor telpon loket yang bisa dihubungi.

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions

Sepakat, kami memilih terminal Pulo Gebang, walau lebih jauh dari penginapan di kawasan Tanah Abang, kami juga ingin melihat dan merasakan sendiri terminal bus yang digadang paling besar dan representatif di Indonesia ini. Tiket seharga 550 ribu rupiah pun diboking.

Kami sepakat memilih bus ANS Royal Class, pilihan ini setelah penulis menyebut, bahwa bus ini merupakan armada terbaru dari perusahaan “rang Bukik Tinggi” ini. Selain kelas tertinggi dalam pelayanan, armadanya ditopang oleh Mercedes Benz type 1626 Air Suspension.

BACA JUGA  2021, Mahasiswa FBS UNP Praktek Mengajar di Victoria Australia

Kamis (29/1) pukul 07.00 WIB rombongan check out dari hotel. Dengan menggunakan taksi burung biru berangkat menuju terminal Pulo Gebang. Lumayan lancar dan tidak bertemu kemacetan yang berarti. Semula ada lima orang yang berencana dalam satu rombongan, tinggal berempat, karena yang satu lebih dulu pulang ke Padang karena ada urusan keluarga.

Sepanjang jalan, komunikasi juga terjalin dengan rekan-rekan Bismania area Jabodetabek, dengan harapan bisa bertemu. Namun karena keterbatasan waktu disela tugas, termasuk juga rekan-rekan bismania juga punya aktivitas yang tak bisa ditinggalkan, jadilah hanya bisa bertemu lewat udara.

Diantaranya Ronal, putra Kinari Kabupaten Solok yang tinggal di Depok, ada jugal Del, anak nagari Surian dari ujung Kab. Solok, Edi Pandeka yang kini tinggal Bekasi serta Mas Agus yang menetap di Kreo Tangerang Selatan, Uda Okky, peantau yang menetap di Depok. Dan masih banyak rekan-rekan Bismania lain yang berkomunikasi via WA maupun messenger.

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions

Tak sampai satu jam, kami sampai di terminal Pulo Gebang. Turun taksi disambut oleh petugas yang langsung mengarahkan untuk 3M. Dengan ramah, ditanya kota tujuan dan apakah sudah memiliki tiket. Kami pun diarahkan ke lantai dua sesuai tiket bus yang kami miliki.

Begitu masuk, suasana berbeda dari terminal pada umumnya langsung terasa. Walau sepi karena toko-toko yang ada pada tutup, nuansa yang terasa disini gabungan antara bandara dan mall. Ini karena disain gedung dan fasilitasnya.

Turun eskalator, beberapa petugas loket bus menyapa kami. begitu disebut sudah memiliki tiket dan kota tujuan mereka pun dengan ramah mengarahkan dan menunjukan loket bus yang akan kami naiki.

Kembali suasana berbeda terlihat dari terminal pada umumnya. Biasanya di terminal begitu melihat calon penumpang, para calo akan menyerbu menawarkan busnya, mereka berebut dengan porter yang menawarkan jasa mengangkat barang.

Sambutan hangat kami dapatkan dari petugas loket, setelah check in tiket kami diminta untuk mengisi aplikasi eHAC sebagai salah satu syarat pendataan kesehatan calon penumpang. Ini tidak hanya berlaku bagi penumpang bus. Saat sampai di Bandara, hal ini juga berlaku.

Saat dilapor penulis tanya tentang armada yang akan dinaiki, jawabnya BA 7123 QU. Penulis pun searching di grup bismania tentang armada ini, ternyata Alika dengan pilotnya In Combo dan Pak Kodim. Armada anyar dari PO ANS ini terkenal dengan ciri khas boneka Doraemon dibalik dasboardnya, namun saat kami naiki boneka Doraemonnya sedang dilaundry kata Pak Kodim.

BACA JUGA  Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu┬áPendidikan Di Era Pandemi Covid-19

Setelah kami mengisi eHAC yang terinstal di hape masing-masing, kami pun diminta untuk meregistrasinya di petugas terminal, yang kebetulan tempatnya bersebelahan dengan loket PO ANS.

Suasana berbeda kembali terlihat, petugas loket bus akan memandu calon penumpang yang belum mengisi eHAC dengan menunjukan cara mendownload aplikasi tersebut dan cara mengisi data hingga meregistrasi. Tampaknya hal ini sudah menjadi standar pelayanan bagi pelaku bisnis angkutan darat di terminal Pulo Gebang.

Sembari menunggu keberangkatan, penulis menyempatkan meninjau loket-loket yang tersusun rapi di lantai dua terminal ini. Secara periodik juga terdengar himbauan agar seluruh pengunjung terminal mentaati 3M dan menjaga kebersihan area terminal.

Pukul 09.00, petugas loket ANS meminta seluruh penumpang menuju area keberangkatan di lantai tiga. Sebelum naik eskalator, seluruh calon penumpang diperiksa registrasi eHACnya.

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions

Dilantai tiga, area keberangkatan terlihat sepi, tempat duduk di ruang tunggu tak banyak yang menempati. Diluar ruang tunggu banyak bus yang sudah siap diberangkatkan, namun belum terlihat bus ANS yang ada bus tujuan Jawa Barat mulai dari Putri Luragung, Setia Negara dan beberapa bus lainnya.

Sembari menunggu “si Alika” datang penulis sempatkan menyalurkan hobi, menjepret bus-bus yang berbaris rapi. Mulai dari tiga unit Sinar Jaya yang berdiri bareng di pintu selatan, kemudian Garuda Mas yang berduaan dengan Arimbi serta di sisi utara ada beberapa bus tujuan, Kuningan, Garut, Tasik dan kota lain disekitarnya.

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions

Dalam memotret bus dari beragam karoseri ini, “si Alika” datang dan langsung parkir didepan pintu Selatan. Penumpang pun dipersilahkan naik dan menyusun barang bawaan di bagasi.

Hanya 11 penumpang termasuk rombongan kami yang naik di Pulo Gebang. Pukul 09.30 bus bergerak dan langsung masuk tol menuju terminal Kampung Rambutan dengan pilot In Combo. Di exit tol Kampung Rambutan perjalanan sedikit tersendat karena banyak bus yang memutar untuk masuk terminal.

Sembari penumpang naik, “Pak Kodim” membagikan snack untuk para penumpang. “Selamat menikmati uda, semoga perjalanannya nyaman dan berkesan bersama kami”, ujarnya ramah.

BACA JUGA  UNP Gelar MTQ Nasional Mahasiswa, Wakil Rektor III Buka Secara Virtual

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions

 

Pukul 10.20 bus meninggalkan Kampung Rambutan kembali masuk tol. Tujuannya menjemput penumpang di loket Kreo dalam kawasan Tangerang Selatan. Dalam perjalanan di tol Dalam Kota ini, empuknya air suspensi ini mulai terasa.

Usai menaikan penumpang dan putar balik di SPBU depan loket, bus melanjutkan perjalanan ke Kalideres. Saat keluar tol, gerimis mulai mewarnai perjalanan kami. Begitu masuk terminal Kalideres, gerimis berganti hujan, sehingga agen di Kalideres mengantar penumpang dengan payung ke bus.

Dalam siraman hujan langit Jakarta, perjalanan dilanjutkan pukul 11.40 WIB. Masih ada dua terminal lagi yang mesti disinggahi, salah satunya terminal Poris Plawad Tangerang. Disinipun penulis sudah janjian bertemu dengan Bang Del Pamenan Mato, pemuda asal Surian di ujung Kabupaten Solok yang tengah merantau disini.

Sambil menunggu “Alika” menaikan penumpang, penulis sempatkan bertemu dengan “Rang Kampuang”. Ia pun menyambut begitu penulis turun dari bus. Dalam bincang singkat ini, kami pun saling bertanya untuk lebih dekat, karena selama ini hanya bertemu di media sosial dan saling komen foto bus yang kami upload (Ditulis khusus dalam edisi berikutnya)

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Menikmati Goyangan Mercedes Benz 1626 Air Suspensions

Perjalanan kembali dilanjutkan, masih dalam hujan ringan “Alika” beranjak meninggalkan terminal Poris Plawad Tangerang. Awal perjalanan ini diwarnai gaya seorang pedagang dodol asongan yang tak kalah dengan kepiawai “urang awak” dalam menawarkan dagangannya di Balai.

Dodol yang semula ia tawarkan sekotaknya 35 ribu, akhirnya dijual paket 6 kotak seratus ribu. Penumpang yang tak sempat membeli oleh-oleh untuk di rumah, menjadi dodol si akang ini menjadi buah tangan.

Terminal Serang menjadi terminal terakhir yang disinggahi ANS untuk mengambil penumpang. Sambil menikmati laju pelan bus didalam terminal penulsi sempatkan memotret beberapa bus yang ada. Diantaranya Rosalia Indah, Laju Prima dan beberapa bus AKDP yang stand by disini.

Setelah lebih setengah jam dari terminal Serang, “Alika” sampai di pelabuhan Merak. Bus pun harus mengantri untuk masuk kapal, kali ini lebih kama dari biasanya.

Kisah selanjutnya tayang dalam episode berikutnya, mari tunggu kelanjutan perjalanan bersama Alika dan Pak Kodim

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...