Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Sejuknya AC dan Lembutnya Air Suspensi (bagian 3)

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Sejuknya AC dan Lembutnya Air Suspensi (bagian 3)

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Sejuknya AC dan Lembutnya Air Suspensi (bagian 3)

Penulis : Fendi Moentjak, perjalanan Jakarta – Solok (28-29 Januari 2021) dengan bus ANS

Trip report edisi ketiga ini, kelanjutan perjalanan bus ANS aka Alika setelah makan malam di rumah makan Gadang Jaya 3 di kota Bandar Jaya propinsi Lampung.

Saat ANS Alika masuk, telah parkir disana ANS lainnya berbody New Ventura dari karoseri Morodadi. Walau berbeda kelas layanan dengan Alika, bus dengan julukan 46 Project tak kalah gagahnya diatas chasis 1526NG. Salah satu cirikhasnya, sein mengalir diatas lampu utamanya yang lebih sipit dibanding lampu Patriot atau GrandTourismo.

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Sejuknya AC dan Lembutnya Air Suspensi (bagian 3)

Penulis menyempatkan juga memotret bus lain yang sama istirahat di Gadang Jaya 3 ini, ada Arya Prima dengan body Scorpion King dai karoseri Tentrem, ada Pahala Kencana dengan balutan Jetbus 2. Serta di pojok parkiran juga terlelap po Efesiensi serta satu unit Damri yang memakai Toyota Hiace dengan nomor polisi BP (Bangka Belitung)

Ternyata berhenti di rumah makan ini tidak lama, begitu turun bus kami satu rombongan langsung masuk rumah makan yang membolehkan penumpang ambil sendiri nasi secukupnya dan lauk sesuai selera.

Selesai, makan kami pun salat di musala yang terletak di ujung bangunan rumah makan ini. Baru saja kami salat, pengumuman keberangkatan terdengar dari pengeras suara. Abi dan Bang Gus, dua kawan yang telah selesai salat naik mobil lebih dahulu sembari mengataan masih ada anggota rombongan dimusala.

Saat penulis menunggu Harnina, salah satu anggota rombongan kami yang masih menjamak Salatnya, datang kernet “Alika” memanggil. Ketika ia melihat si Ibuk masih salat, ia pun memakluminya.

BACA JUGA  Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Digoyang Pak Kodim Hingga ke Palapa (bagian 4)

Bergegas kami naik bus, begitu kami naik, pintu langsung dan bus bergerak meninggalkan rumah makan Gadang Jaya 3. Tak lama kemudian bus kembali melaju dijalan tol Trans Sumatera pukul 08.15.

Penumpang mulai membuka selimut, music yang mengiringi perjalanan Alika sejak dari Pulo Gebang tadi, berganti dengan lagu-lagu Pop Minang syahdu.

Belum lama di jalan tol, satu unit bus NPM V32 mendahului Alika. Terdengar klaksonnya menyapa, dan In Kodim juga membalas sebagai tanda persahabatan.

Saat disalip oleh NPM, beberapa penumpang terdengar berkomentar. Namun Pak Kodim yang saat itu tengah melangkah menuju ruang istirahatnya menjawab ramah, bahwa kecepatan bukan yang utama, tetapi keselamatan kita semua yang perlu diutamakan.

 

Penulis mencoba mengecek laju bus melalui aplikasi di android, ternyata kecepatannya sudah mencapai batas maksimal yang diizinkan di jalan tol.

Barangkali inilah kelebihan dari Air Suspensi yang melekat pada chasis 1626 Mercedez Benz ini. Per balon mampu meredam getaran dari kecepatan laju bus. Sehingga penumpang merasa nyaman.

Penulis mencoba melihat keluar, tak ada pemandangan yang tampak. Samar-samar hanya terlihat datar dan sunyi, kalau melihat vlog dari netizen yang melintas tol Trans Sumatera, yang terlihat datar dimalam hari tersebut adalah perkebunan sawit dan area pertanian.

Beberapa tampak juga cahaya lampu di kejauhan. Namun tidak bisa melihat posisi sampai dimana, karena yang tampak hanya lampu penerangan jalan. Begitu juga dengan rambu-rambu penunjuk arah hanya terlihat sekilas, apalagi penulis duduk dibangku nomor 21 agak ke belakang.

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Sejuknya AC dan Lembutnya Air Suspensi (bagian 3)

Menjelang keluar pintu tol, perjalanan kembali tersendat. Sepertinya ada pekerjaan gardu tol. Keluar tol perjalanan kembali lancar dan sudah berada dalam kota.

BACA JUGA  Pemko Payakumbuh dan Universitas Negeri Padang Tandatangani PKS

Puas berlari kencang sepanjang jalan tol, “Alika” kehausan. Patriot dengan nomor body 31 ini minum solar pukul 23.45. Usai nyolar ANS Alika memacu lajunya dijalanan kota Palembang.

Tak hanya garang di jalan tol, Alika terus melaju dan meliuk sepanjang jalan menuju Sungai Lilin. Beberapa bus Sumatera lainnya disalip. Namun penulis tak bisa melihat jelas merk busnya karena embun yang menempel di kaca “Alika”, yang jelas mereka saling sapa dengan klaksonnya.

Dalam dinginnya AC Patriot, penumpang tidur nyenyak. Selain selimut yang disediakan lembut, jok berlapis beludru dari Rimba Kencana juga empuk dan lembut ditambah nyamanya legrest disetiap seat.

Bus terus melaju, sesekali menyalip bus dan truk lain di jalur Lintas Timur. Penulis mencoba menahan kantuk demi menikmati pemandangan malam di kota Sungai Lilin, namun dinginya AC membuat mata terlelap juga.

Bara saja terlelap, bus berhenti. Ketika dilihat kesamping terlihat satu unit bus asal Sumbar juga tengah berhenti. Samar-samar terdengar percakapan antara kru ANS Alika dengan seseorang yang mungkin krus dari bus sebelah. Tak lama kemudian bus kembali melaju.

Di sepanjang liukan bersela tanjakan dan turunan jalan antara Sungai Lilin menuju Bayung Lincir, bebrapa kali “Alika” menyalip bus tujuan Sumbar dan Sumut.

Tak sempat melihat nomor pintunya, namun dari warna dan paket diatas atapnya jelas itu ALS tujuan Medan dan sekitarnya. Sepeuluh menit sebelum masuk rumah makan Simpang Raya Bayung Lincir, lampu kabin dinyalakan agar penumpang bersiap turun dan istirahat.

Trip Report ANS 31 Royal Class aka Alika, Sejuknya AC dan Lembutnya Air Suspensi (bagian 3)

Masuk ke rumah makan Simpang Raya tepat pukul 04.00 WIB, telah menunggu disana ANS Royal Eksekutif 33 aka Thoiron Ababil, disampingnya ada Lubuk Basung Jaya aka Bintang Mutiara yang bersanding dengan ANS Ventura aka 46 Project. Paling ujung ditutup oleh Transport Express nopin 44.

BACA JUGA  Peduli Covid-19, TP PKK Kabupaten Solok Bagikan Masker ke TP PKK Kecamatan

Penumpang berbegas turun, karena menjelang subuh dan baru bangun, sebagian besar langsung menuju kamar mandi di rumah makan ini

Kisah selanjutnya tayang dalam episode berikutnya, mari tunggu kelanjutan perjalanan bersama Alika dan Pak Kodim

Baca Juga :

Facebook Comments

loading...