H. Alizar : Siswa Dirumahkan bukan Diliburkan

Solok, SuhaNews. Mulai Senin (23/3) pelajar di Kabupaten Solok “dirumahkan” sesuai instruksi Bupati Solok. Namun demikian kegiatan belajar diharapkan tetap berjalan, walau harus dengan proses online.

Menyikapi hal tersebut Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok H. Alizar menyampaikan bahwa pelajar “dirumahkan” bukan “diliburkan” sebagai antisipasi pada virus Covid-19 (Corona). Selama 14 hari belajar dirumah siswa diminta tetap aktif berkomunikasi dengan guru untuk kelanjutan pelajaran.

“Guru dan dan orangtua harus menjelaskan pada anak, bahwa dirumahkan dan diliburkan itu berbeda, kalau diliburkan pelajar dapat menikmatinya dengan santai tanpa beban belajar. Kalau dirumahkan, pelajar tetap belajar maupun mengerjakan tugas. Hanya saja tempatnya dirumah,” sebut H. Alizar.

Berita Terkait : Akhirnya Pelajar di Kab. Solok Juga Diliburkan

Kepada para guru diminta selama masa 14 hari ini untuk membuka diri berkomunikasi dengan siswa dan orangtua melalui media sosial ataupun alat komunikasi lainnya. Agar proses belajar mengajar tidak terhenti.

“Untuk prosesnya guru dapat membuat grup dimedia sosial sebagai wadah membagikan tugas dan menyampaikan materinpada siswa,” ulas H. Alizar

Kepala Kantor Kemenag Kab. Solok H. Alizar

Untuk orangtua, H. Alizar mengharapkan agar mendampingi dan mengawasi anaknya dalam belajar, terutama pemakaian internet sebagai sarana belajar. Jangan sampai anak memanfaatkannya untuk kepentingan lain yang justru dapat merusak mentalnya sebagai pelajar.

Selain mengawasi anak untuk belajar, H. Alizar berharap orangtua juga menjaga agar anak selalu berada dirumah, tidak berkumpul atau mendatangi keramaian sebagaimana himbauan dalam instruksi Bupati.

Terakhir H. Alizar mengajak semua pihak untuk mengambil hikmah dari semua ini sekaligus lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dengan lebih sering berwudhu untuk menjaga kesucian diri dan.melaksanakan ibadah lainnya. Moentjak

Baca Juga : 

 

 

Facebook Comments

loading...